Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Percepat Eliminasi TB, Setiap 4 Menit Satu Warga Meninggal
Oleh : Redaksi
Rabu | 08-04-2026 | 12:48 WIB
wamenkes-Benjamin.jpg Honda-Batam
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin P Octavianus, dalam kegiatan Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026. (Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai langkah darurat nasional menyusul tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit tersebut.

Dalam kegiatan Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin P Octavianus, mengungkapkan kondisi TB di Indonesia masih memprihatinkan.

Ia menyebut, setiap menit dua orang terinfeksi TB, sementara satu orang meninggal dunia setiap empat menit. "Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan," ujarnya, Senin (6/4/2026).

Indonesia sendiri mencatat lebih dari satu juta kasus TB setiap tahun, menjadikannya sebagai salah satu negara dengan beban penyakit tertinggi di dunia.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah mempercepat upaya deteksi dini melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang ditargetkan menjangkau 130 juta penduduk pada 2026. Selain itu, strategi lain yang diperkuat meliputi pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan, serta peningkatan peran masyarakat dan kader kesehatan.

"Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kasus yang ditemukan dan diobati adalah langkah menyelamatkan nyawa," tegas Benjamin.

Dukungan internasional juga terus diperkuat. Perwakilan World Health Organization (WHO) Indonesia, Setiawan Jati Laksono, menyebut Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB global.

Berdasarkan data terbaru, pada 2024 tercatat sekitar 118.000 kematian akibat TB pada pasien tanpa HIV, serta 8.100 kematian pada pasien dengan HIV di Indonesia. "TB masih menjadi ancaman global. Ada kemajuan, tetapi belum cukup cepat. Komitmen politik dan pendanaan nasional sangat menentukan," ujarnya.

WHO juga menyoroti sejumlah tantangan dalam pengendalian TB, seperti masih banyaknya kasus yang belum terdiagnosis, munculnya TB resistan obat, serta faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Meski demikian, upaya penanggulangan TB terus berkembang melalui inovasi teknologi dan pengobatan. Saat ini, lebih dari 100 alat diagnostik, 29 jenis obat TB, serta 18 kandidat vaksin tengah dikembangkan secara global.

"Ini saatnya bertindak sekarang," tegas Setiawan.

Editor: Gokli