Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kementan Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi El Nino, Capai 4,5 Juta Ton
Oleh : Redaksi
Senin | 06-04-2026 | 15:28 WIB
menteri-amran.jpg Honda-Batam
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). (Foto: Kementan)

BATAMTODAY.COM, Makassar - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan Indonesia berada dalam kondisi siap menghadapi potensi dampak fenomena El Nino, didukung ketersediaan stok pangan yang disebut mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengakui dampak cuaca panas ekstrem mulai terasa dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian. Namun, pemerintah telah memiliki pengalaman dalam menghadapi kondisi serupa pada periode sebelumnya.

"Itu El Nino 'Godzilla' katanya kering enam bulan. Tapi sepertinya masih lebih berat El Nino 2015. Kami sudah berpengalaman mengelola El Nino pada 2015, 2023, dan 2024," ujar Amran usai meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).

Ia menegaskan, ketahanan pangan nasional saat ini berada pada posisi kuat dengan cadangan beras pemerintah mencapai 4,5 juta ton pada awal April 2026. "Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka, 4,5 juta ton. Insyaallah dalam 10 hingga 20 hari ke depan bisa mencapai 5 juta ton," tegasnya.

Selain cadangan pemerintah, Amran menyebut ketersediaan pangan juga berasal dari sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) yang diperkirakan mencapai 12,5 juta ton, serta potensi panen dari lahan yang sedang ditanami sekitar 11 juta ton. "Artinya totalnya sudah sekitar 23 juta ton. Dengan kondisi ini, kebutuhan pangan nasional diperkirakan aman hingga 11 bulan ke depan," jelasnya.

Ia menilai ketersediaan tersebut mampu melampaui periode puncak kekeringan yang diprediksi berlangsung sekitar enam bulan. "Kalau kekeringan enam bulan dan stok kita cukup untuk 11 bulan, berarti kondisi kita aman," ujarnya.

Untuk memperkuat ketahanan pangan, Kementan juga telah melakukan berbagai langkah strategis, antara lain peningkatan pompanisasi, perbaikan sistem irigasi, serta optimalisasi lahan rawa agar dapat meningkatkan frekuensi tanam. "Kami tambah pompanisasi hingga puluhan ribu unit, perbaiki irigasi, dan optimalkan lahan rawa sehingga yang sebelumnya tanam satu kali bisa menjadi dua hingga tiga kali," ungkapnya.

Amran pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ancaman El Nino, karena pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi yang terukur. "Jadi, tidak perlu khawatir. Pangan kita aman," tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk petani, aparat, dan media. "Petani Indonesia adalah pahlawan pangan republik ini. Terima kasih kepada TNI, Polri, Kejaksaan, dan seluruh pihak yang membantu masyarakat tani sehingga produksi beras melimpah," ujarnya.

Menurut Amran, capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah dinamika global. "Ini buah dari gagasan besar Presiden yang kita jalankan bersama. Di tengah kondisi geopolitik global yang memanas, kita patut bersyukur karena harga pangan stabil dan stok melimpah," pungkasnya.

Editor: Gokli