Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Puan Maharani Berduka atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, Dorong Investigasi Internasional
Oleh : Redaksi
Rabu | 01-04-2026 | 11:08 WIB
puan-dpr.jpg Honda-Batam
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (DPR)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Lebanon dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.

"Atas nama DPR RI maupun pribadi, saya menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga anak bangsa yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan di Lebanon," ujar Puan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Tiga prajurit tersebut dilaporkan gugur dalam dua insiden terpisah pada 29 dan 30 Maret 2026 di wilayah Lebanon Selatan. Salah satu korban adalah Farizal Rhomadhon yang tergabung dalam kontingen pasukan perdamaian Indonesia.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara militer Israel dan kelompok Hizbullah. Puan pun mendukung langkah pemerintah untuk mendorong investigasi menyeluruh atas insiden tersebut.

"Negara berhak meminta pertanggungjawaban komunitas internasional sebagai bentuk perlindungan bagi setiap tumpah darah Indonesia," tegasnya.

Menurut Puan, pengorbanan prajurit TNI di medan konflik internasional menunjukkan bahwa peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia tidak hanya sebatas diplomasi, tetapi juga melalui kontribusi nyata di lapangan. "Pengabdian mereka mengingatkan bahwa perdamaian dunia merupakan tanggung jawab bersama yang memiliki konsekuensi nyata bagi bangsa," ujarnya.

Ia menilai, insiden ini juga mencerminkan perubahan lanskap konflik global, di mana batas antara wilayah perang, sipil, dan zona perlindungan internasional semakin tidak jelas. "Selama ini kehadiran Indonesia dalam misi perdamaian sering dipandang sebagai simbol diplomasi. Namun, peristiwa ini menunjukkan adanya risiko nyata yang harus diantisipasi," kata Puan.

Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya keseimbangan antara komitmen internasional Indonesia dan perlindungan maksimal terhadap personel yang ditugaskan di wilayah konflik. "Keberanian pasukan Indonesia harus diimbangi dengan kesiapan negara dalam memetakan potensi ancaman secara adaptif," jelasnya.

Puan juga menyerukan penghentian konflik yang berkepanjangan serta mendesak PBB untuk mengambil langkah tegas. "Perang harus segera dihentikan. Sudah terlalu banyak korban yang berjatuhan. PBB harus berani bertindak tegas," tegasnya.

Di sisi lain, ia mendorong pemerintah dan TNI untuk memberikan penghormatan terbaik kepada ketiga prajurit yang gugur, termasuk pemenuhan hak-hak mereka sebagai pahlawan kemanusiaan. "Ketiga putra terbaik bangsa gugur saat menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Sudah sepatutnya negara memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengorbanan mereka," tutup Puan.

Editor: Gokli