Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Satu Prajurit Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Indonesia Desak Investigasi Transparan
Oleh : Redaksi
Senin | 30-03-2026 | 12:28 WIB
gugur.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga lainnya yang mengalami luka saat menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon selatan.

Insiden tersebut terjadi pada 29 Maret 2026 setelah serangan artileri tidak langsung menghantam posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr. Peristiwa itu berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi konflik, menyusul laporan saling serang antara militer Israel Defense Forces dan kelompok bersenjata di wilayah Lebanon selatan.

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan tersebut dan mendesak dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh serta transparan guna mengungkap penyebab insiden.

"Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional," demikian pernyataan resmi pemerintah.

Pemerintah juga menyampaikan simpati kepada keluarga korban serta mendoakan kesembuhan bagi personel yang terluka. Saat ini, Indonesia berkoordinasi dengan pihak UNIFIL untuk mempercepat proses repatriasi jenazah dan memastikan korban luka mendapatkan perawatan medis terbaik.

Indonesia menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa harus dihormati sepenuhnya sesuai hukum internasional. Setiap tindakan yang membahayakan pasukan perdamaian dinilai tidak dapat dibenarkan dan berpotensi mengganggu upaya menjaga stabilitas kawasan.

Selain itu, Indonesia kembali mengecam serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan serta integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur, serta mengedepankan dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi konflik.

Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan otoritas terkait, serta memantau perkembangan situasi secara intensif.

Editor: Gokli