Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Manasik Haji Terintegrasi dan Pelepasan Jemaah Haji Wonosobo Digelar di Sasana Adipura
Oleh : Saibansah
Jum\'at | 27-03-2026 | 09:48 WIB
Kkemnehaj_wonosobo.jpg Honda-Batam
Pemkab Wonosobo Jateng bersama Kemenhaj RI menggelar kegiatan manasik haji terintegrasi sekaligus pelepasan jemaah haji Kabupaten Wonosobo yang berlangsung di Gedung Sasana Adipura Wonosobo, (26/3/2026. (Foto: Kemenhaj)

BATAMTODAY.COM, Wonosobo - Pemerintah Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah bersama Kementerian Haji dan Umrah serta Dinas Kesehatan menggelar kegiatan manasik haji terintegrasi sekaligus pelepasan jemaah haji Kabupaten Wonosobo yang berlangsung di Gedung Sasana Adipura Wonosobo.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Wonosobo, jajaran pemerintah daerah, serta para calon jemaah haji dan petugas pendamping.(26/3/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Wonosobo Afif Nur Hidayat menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik.

Karena itu, para jemaah diimbau mulai membiasakan diri melakukan latihan berjalan kaki atau olahraga ringan sesuai kemampuan masing-masing sebagai bagian dari persiapan menuju Tanah Suci.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dan saling membantu di antara jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Menurutnya, nilai kebersamaan dan kepedulian kepada sesama menjadi bagian penting dari perjalanan ibadah tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, di mana nilai pahala dari perbuatan tersebut tidak dapat diukur dengan materi.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Wonosobo, Panut, menjelaskan bahwa total jemaah haji asal Kabupaten Wonosobo tahun ini tergabung dalam Kloter 21, 22, 23, dan 24.

Data tersebut mencakup seluruh jemaah beserta petugas, baik petugas kloter, non-kloter, Panitia Haji Daerah (PHD), maupun para pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Dalam kesempatan itu juga disampaikan jadwal keberangkatan masing-masing kloter sebagai bagian dari kesiapan pemberangkatan jemaah.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan, menegaskan bahwa istithaah kesehatan merupakan syarat penting dalam pelaksanaan ibadah haji

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, secara umum jemaah memenuhi syarat kesehatan dengan pendampingan obat bagi yang memiliki kondisi medis tertentu.

Ia menjelaskan bahwa hasil pemantauan dari manasik kesehatan berbasis KBIHU menunjukkan tingkat kebugaran jemaah berada pada kategori cukup hingga kurang.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong para calon jemaah untuk melakukan beberapa langkah persiapan, antara lain melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di puskesmas atau rumah sakit.

Bagi jemaah yang memenuhi syarat istithaah dengan pendampingan obat, diharapkan membawa bekal obat pribadi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci yang diperkirakan berlangsung sekitar 40 hari.

Selain itu, para jemaah juga diimbau untuk meningkatkan aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau olahraga ringan guna menjaga kebugaran tubuh sebelum keberangkatan.

Pada akhir kegiatan, Bupati Wonosobo bersama jajaran pemerintah daerah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, serta Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jemaah yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Apresiasi juga diberikan kepada para petugas yang telah melalui proses rekrutmen maupun penunjukan dan kini mengemban amanah untuk melayani para tamu Allah selama di Tanah Suci.

Kegiatan manasik haji terintegrasi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan jemaah, baik dari sisi pemahaman ibadah, kesehatan, maupun kebersamaan, sehingga pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan khusyuk.

Editor: Surya