Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Manfaatkan THR untuk Investasi Syariah, BEI Ajak Masyarakat Bangun Aset Sejak Dini
Oleh : Aldy
Kamis | 26-03-2026 | 13:48 WIB
THR-investasi.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Tunjangan Hari Raya (THR) selama ini identik dengan kebutuhan konsumtif seperti belanja, mudik, hingga berbagi dengan keluarga. Namun, masyarakat mulai didorong untuk menyisihkan sebagian dana tersebut sebagai langkah awal membangun aset melalui investasi, khususnya di pasar modal syariah.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia, Irwan Abdalloh, menilai momentum penerimaan THR menjadi waktu yang tepat untuk memulai kebiasaan investasi jangka panjang. "THR seharusnya tidak hanya menjadi dana konsumsi, tetapi juga menjadi titik awal membangun aset. Dengan menyisihkan sebagian THR ke instrumen investasi syariah, masyarakat belajar menunda kesenangan sesaat demi kesejahteraan di masa depan," ujar Irwan, dalam keterangan pers, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, investasi di pasar modal syariah menawarkan keuntungan finansial sekaligus ketenangan karena berlandaskan prinsip-prinsip syariah, seperti bebas riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (spekulasi berlebihan).

Di Indonesia, tersedia berbagai pilihan instrumen investasi syariah, mulai dari saham syariah, sukuk, hingga reksa dana syariah. Saham syariah merupakan saham perusahaan yang kegiatan usahanya sesuai prinsip syariah dan tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Sebagai acuan, BEI menyediakan sejumlah indeks saham syariah seperti Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) yang mencakup seluruh saham syariah, serta Jakarta Islamic Index (JII) yang berisi saham-saham syariah paling likuid.

Selain itu, masyarakat juga dapat memilih sukuk yang menawarkan imbal hasil relatif stabil, atau reksa dana syariah yang dikelola oleh manajer investasi profesional sehingga lebih praktis bagi investor pemula.

Irwan menegaskan bahwa investasi tidak harus dimulai dengan dana besar. Kebiasaan menyisihkan dana secara rutin, meskipun dalam jumlah kecil, dinilai mampu memberikan hasil signifikan dalam jangka panjang.

"Tidak perlu menunggu dana besar untuk mulai berinvestasi. Justru konsistensi menyisihkan dana secara rutin yang akan membentuk hasil optimal di masa depan," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa investasi syariah bukanlah aktivitas spekulatif, melainkan berorientasi pada kepemilikan aset produktif dan pertumbuhan nilai yang berkelanjutan. "Investor perlu memahami fundamental bisnis, bukan sekadar mengejar pergerakan harga jangka pendek," tambah Irwan.

Dengan menyisihkan sebagian THR untuk investasi, masyarakat tidak hanya berpotensi memperoleh keuntungan finansial, tetapi juga melatih disiplin dalam mengelola keuangan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat berkembang menjadi portofolio investasi yang signifikan.

BEI juga terus menggencarkan edukasi melalui berbagai program, termasuk Sekolah Pasar Modal Syariah, serta mempermudah pembukaan rekening investasi secara daring. Dengan modal terjangkau, masyarakat --termasuk generasi muda-- kini dapat mulai berinvestasi sejak dini.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat memadukan nilai spiritual dan tanggung jawab finansial dalam membangun kesejahteraan yang berkelanjutan melalui investasi syariah.

Editor: Gokli