Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Analog Devices Resmikan Fasilitas Baru di Thailand, Perkuat Produksi dan Rantai Pasok Global
Oleh : Rerdaksi
Kamis | 26-03-2026 | 09:08 WIB
2603_Analog-Devices-Thailand.jpg Honda-Batam
Perusahaan semikonduktor global, Analog Devices, Inc. (ADI) mengumumkan pembukaan fasilitas manufaktur terbarunya di Thailand, Rabu (25/3/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Thailand - Perusahaan semikonduktor global, Analog Devices, Inc. (ADI) mengumumkan pembukaan fasilitas manufaktur terbarunya di Thailand, Rabu (25/3/2026). Kehadiran fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pengujian, sekaligus memperkuat ketahanan manufaktur di kawasan Asia-Pasifik.

Ekspansi tersebut merupakan bagian dari strategi manufaktur hybrid ADI, dengan mengombinasikan jaringan fasilitas internal dan kemitraan bersama pihak eksternal seperti foundry dan Outsourced Semiconductor Assembly and Test (OSAT).

Thailand dinilai memiliki peran strategis dalam jaringan global ADI. Selain memperluas jejak operasional, fasilitas ini juga dirancang sebagai pabrik pintar dan berkelanjutan dengan dukungan otomatisasi canggih serta teknologi manufaktur digital.

CEO dan Chair ADI, Vincent Roche, menyatakan bahwa investasi ini menjadi bentuk komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Thailand dan kawasan Asia-Pasifik.

"Ekspansi ini memastikan kami tetap mampu menghadirkan inovasi dan teknologi kelas dunia secara berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3/2026).

Hal senada disampaikan Executive Vice President Global Operations and Technology ADI, Vivek Jain. Ia menegaskan, fasilitas baru tersebut akan meningkatkan efisiensi dan tanggung jawab operasional, sekaligus memperkuat jaringan manufaktur yang lebih adaptif.

Sejak berdiri pada 2000, Analog Devices Thailand (ADTH) telah menjadi salah satu fasilitas backend penting yang melayani berbagai sektor, mulai dari industri, otomotif, komunikasi, hingga kesehatan digital.

Dengan penambahan kapasitas cleanroom dan manufaktur, ADI kini dapat meningkatkan proses pengujian, pemrosesan wafer-level, chip-scale packaging, hingga pengujian akhir IC dengan standar kualitas global.

Selain itu, keberadaan fasilitas di kawasan Eastern Economic Corridor (EEC) turut memperkuat rantai pasok global melalui diversifikasi lokasi produksi, peningkatan fleksibilitas, serta dukungan infrastruktur dan tenaga kerja terampil.

Dari sisi keberlanjutan, fasilitas ini dibangun mengacu pada standar LEED dan ditargetkan meraih sertifikasi LEED Platinum. Berbagai inisiatif ramah lingkungan juga diterapkan, seperti penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, sistem daur ulang air, serta pemantauan lingkungan secara real-time.

ADI juga menjadi perusahaan semikonduktor pertama di Thailand yang menggunakan nitrogen cair rendah karbon guna menekan emisi dalam proses pengujian.

Tak hanya itu, ADI turut mendorong pengembangan talenta lokal melalui ADI Thailand Academy dan kerja sama dengan sejumlah universitas. Program ini mencakup pengembangan keahlian di bidang teknik, otomatisasi, hingga teknologi smart factory.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem semikonduktor sekaligus menyiapkan tenaga kerja masa depan yang kompeten, baik di tingkat lokal maupun global.

Editor: Gokli