Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Tegaskan Perlindungan Pasukan Perdamaian PBB
Oleh : Redaksi
Senin | 16-03-2026 | 10:08 WIB
UN3.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras serangan militer yang dilakukan Israel di wilayah selatan Lebanon. Serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon. Indonesia juga mendesak penghentian serangan yang membahayakan warga sipil dan merusak infrastruktur publik.

"Indonesia meminta semua pihak menghormati kedaulatan Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan fasilitas sipil, serta kembali menempuh jalur dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan menciptakan perdamaian," demikian pernyataan pemerintah Indonesia, yang dirilis dalam laman resmi Kemlu.

Pemerintah juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Lebanon, terutama di ibu kota Beirut serta sepanjang garis demarkasi Blue Line di Lebanon selatan. Ketegangan tersebut diperparah oleh serangan terhadap pos pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang mengakibatkan sejumlah personel terluka.

Indonesia menegaskan bahwa seluruh pihak berkewajiban mematuhi hukum internasional dengan menjamin keselamatan dan keamanan personel serta fasilitas milik United Nations.

Selain itu, pemerintah Indonesia menyatakan terus memantau perkembangan situasi di Lebanon, termasuk dampaknya terhadap Kontingen Garuda yang bertugas sebagai bagian dari UNIFIL. Keselamatan personel pasukan perdamaian menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ketegangan.

"Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi atas integritas, profesionalisme, dan dedikasi Kontingen Garuda bersama UNIFIL dalam menjalankan mandat menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon selatan," ujar pemerintah dalam pernyataan tersebut.

Indonesia juga berharap seluruh personel Kontingen Garuda yang sedang menjalankan misi perdamaian dapat terus diberikan perlindungan dan keselamatan selama bertugas di wilayah konflik tersebut.

Editor: Gokli