Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri dan Transisi Energi, Dorong Ekspor Otomotif Global
Oleh : Redaksi
Sabtu | 14-03-2026 | 13:28 WIB
RI-Jepang7.jpg Honda-Batam
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Executive Acting Secretary-General Liberal Democratic Party (LDP), Koichi Hagiuda, di Tokyo pada Rabu (11/3/2026). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus memperkuat kemitraan strategis dengan Jepang untuk mendorong pengembangan industri, transisi energi, serta penguatan rantai pasok global. Kerja sama kedua negara dinilai semakin luas dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta transformasi industri.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Executive Acting Secretary-General Liberal Democratic Party (LDP), Koichi Hagiuda, di Tokyo pada Rabu (11/3/2026).

Menurut Airlangga, Jepang memiliki kontribusi besar dalam membangun ekosistem industri otomotif di Indonesia. Saat ini, Indonesia tidak hanya menjadi pasar domestik, tetapi juga berkembang sebagai basis produksi kendaraan yang mengekspor produknya ke berbagai negara.

"Dalam sektor otomotif, Jepang selama ini berperan penting dalam membangun ekosistem industri otomotif di Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya memiliki pasar domestik, tetapi juga telah berkembang sebagai basis produksi otomotif yang mengekspor kendaraan ke lebih dari 70 negara," ujar Airlangga.

Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi investasi Jepang yang selama ini mendukung pengembangan industri otomotif nasional. Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi dengan meningkatkan daya saing industri komponen otomotif, khususnya pada tier 2 dan tier 3, guna memperkuat rantai pasok industri.

Dalam pertemuan tersebut, Hagiuda turut menyatakan dukungan terhadap langkah Indonesia dalam mengembangkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Kebijakan yang dimaksud antara lain implementasi program B40 serta rencana pengembangan bahan bakar E20 pada 2028 sebagai bagian dari agenda transisi energi di sektor transportasi.

Selain sektor otomotif, kerja sama kedua negara juga berkembang di bidang energi baru dan terbarukan melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC). Sejumlah proyek dalam skema ini telah mencapai tahap financial closing dan sedang berjalan.

Beberapa proyek tersebut di antaranya pengembangan pembangkit listrik panas bumi di Muara Laboh, Sumatera Barat, proyek waste-to-energy di Legok Nangka, Jawa Barat, serta proyek pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan Utara.

Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama di sektor industri strategis, termasuk melalui peran Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) yang dibentuk oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kolaborasi pengembangan sumber daya dan industri antara kedua negara. Jepang juga melihat potensi besar Indonesia dalam memperkuat sektor economic security, termasuk pengembangan rantai pasok industri teknologi seperti semikonduktor.

Pertemuan ini menegaskan semakin eratnya hubungan kemitraan strategis Indonesia dan Jepang dalam pengembangan sektor industri dan energi. Kedua negara berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta meningkatkan daya saing industri di tingkat global.

Editor: Gokli