Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp 14,91 Triliun di ITB Berlin 2026 Lewat Kampanye #GoBeyondOrdinary
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 13-03-2026 | 14:48 WIB
ITB-Berlin-2026.jpg Honda-Batam
Paviliun Indonesia dalam ajang pameran pariwisata internasional ITB Berlin 2026 menempati area seluas 441 meter persegi di Hall 26A Nomor 111. (Kemenpar)

BATAMTODAY.COM, Berlin - Indonesia mencatat capaian signifikan dalam ajang pameran pariwisata internasional ITB Berlin 2026. Melalui kampanye #GoBeyondOrdinary, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia berhasil mendorong potensi transaksi sektor pariwisata mencapai Rp 14,91 triliun.

Partisipasi Indonesia dalam pameran yang berlangsung pada 3-5 Maret 2026 di Messe Berlin tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di tingkat global.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan kampanye #GoBeyondOrdinary merepresentasikan komitmen pemerintah dalam mendorong pariwisata berkualitas atau quality tourism, yang menekankan aspek keberlanjutan, inklusivitas, serta pengalaman wisata yang bernilai tinggi.

"Partisipasi Indonesia di ITB Berlin 2026 menunjukkan kuatnya minat pasar internasional terhadap produk pariwisata Indonesia sekaligus memperkuat optimisme bahwa sektor ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Widiyanti.

Paviliun Indonesia yang menempati area seluas 441 meter persegi di Hall 26A No.111 dibuka langsung oleh Menpar Widiyanti bersama Abdul Kadir Jailani selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman.

Dekorasi paviliun menampilkan kekayaan budaya Nusantara melalui motif wastra Indonesia dan kerajinan khas Payung Geulis Tasikmalaya. Selain itu, zona aktivasi juga menghadirkan promosi gastronomi dan wellness tourism sebagai bagian dari pengalaman wisata berkualitas.

Acara pembukaan paviliun turut dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional Tortor Tandok dari Sumatera Utara yang menjadi simbol penyambutan sekaligus representasi keragaman budaya Indonesia di hadapan pelaku industri pariwisata internasional.

Potensi 479 Ribu Wisatawan

Kemenpar mencatat partisipasi Indonesia dalam ITB Berlin 2026 menghasilkan potensi 479.434 wisatawan mancanegara dengan estimasi penerimaan devisa mencapai Rp 14,91 triliun.

Sebanyak 93 pelaku industri pariwisata dari 11 provinsi ikut serta dalam paviliun Indonesia. Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari penyedia akomodasi, Destination Management Company (DMC), agen perjalanan, desa wisata, restoran, hingga penyedia layanan pariwisata lainnya.

Mayoritas pembeli (buyers) yang melakukan pertemuan bisnis di paviliun Indonesia berasal dari Eropa dengan porsi 88,38 persen. Sisanya berasal dari Asia, Amerika, Australia, Afrika, serta Timur Tengah.

Selain pameran utama, Kemenpar juga mencatat hasil positif dari kegiatan sales mission yang menjadi rangkaian pra-acara ITB Berlin 2026. Kegiatan yang digelar di Amsterdam, Dusseldorf, dan Stuttgart pada 23-26 Februari 2026 tersebut menghasilkan potensi 63.519 wisatawan dengan nilai transaksi sekitar Rp 1,98 triliun.

Dengan demikian, total capaian transaksi dari ITB Berlin 2026 dan rangkaian sales mission pra-acara mencapai 542.953 wisatawan potensial dengan estimasi devisa sebesar Rp 16,89 triliun. Angka tersebut meningkat 24,2 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang mencapai Rp 13,6 triliun.

Diplomasi Pariwisata dan Promosi Global

Selama kunjungan kerja di Jerman, Menpar Widiyanti juga menjalani sejumlah agenda strategis, termasuk pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal UN Tourism, Shaikha Al Nowais, serta Menteri Pariwisata dan Kebudayaan India, Gajendra Singh Shekhawat.

Selain itu, Indonesia menerima penghargaan Travelers' Choice Awards Best of the Best Destination dari platform perjalanan global TripAdvisor.

Widiyanti juga melakukan berbagai kegiatan promosi, termasuk menghadiri acara Friends of Indonesia di Rumah Budaya Indonesia di Berlin serta memberikan wawancara kepada sejumlah media internasional seperti Deutsche Welle dan ELLE Italia.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat eksposur pariwisata Indonesia di pasar global sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi wisata Tanah Air di mata wisatawan mancanegara.

Editor: Gokli