Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

28 Perusahaan RI Tampil di Foodex Japan 2026, Dorong Ekspor Produk Makanan ke Pasar Jepang
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 13-03-2026 | 13:48 WIB
Foodex-Japan-2026.jpg Honda-Batam
Pelaku usaha Mamin dari Indonesia kembali ambil bagian dalam pameran internasional The 51st International Food and Beverages Exhibition 2026 yang berlangsung di Tokyo Big Sight pada 10-13 Maret 2026. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pelaku usaha makanan dan minuman dari Indonesia kembali ambil bagian dalam pameran internasional The 51st International Food and Beverages Exhibition 2026 yang berlangsung di Tokyo Big Sight pada 10-13 Maret 2026.

Partisipasi Indonesia dalam ajang bisnis pangan terbesar di kawasan Asia Timur tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Bank Indonesia Tokyo, serta ASEAN-Japan Centre.

Sebanyak 28 pelaku usaha produk makanan dan minuman turut meramaikan Paviliun Indonesia dalam pameran tersebut. Dari jumlah itu, 15 perusahaan merupakan hasil kurasi Kementerian Perdagangan, sedangkan 13 lainnya merupakan pelaku usaha kecil dan menengah dari program Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang diinisiasi Bank Indonesia.

Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Lampung, hingga Papua Barat.

Wakil Kepala Perwakilan RI di Tokyo, Maria Renata Hutagalung, mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut menunjukkan komitmen kuat untuk memperluas pasar produk makanan dan minuman nasional di Jepang maupun pasar global.

"Partisipasi kami di Foodex Japan 2026 mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk memperluas jejaknya di pasar Jepang dan global. Foodex Japan merupakan platform penting untuk memperkuat dan mempertahankan kehadiran produk Indonesia di pasar Jepang," kata Maria saat membuka Paviliun Indonesia.

Ia menambahkan bahwa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Jepang terus menunjukkan tren positif. Nilai ekspor produk makanan, minuman, serta hasil pertanian Indonesia ke Jepang tercatat mencapai 2,13 miliar dolar AS atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jepang selalu menjadi mitra kunci bagi Indonesia, dengan hubungan perdagangan bilateral yang terus tumbuh semakin kuat," ujarnya.

Pembukaan Paviliun Indonesia juga dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga terkait, di antaranya Atase Perdagangan KBRI Tokyo Merry Astrid Indriasari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tokyo Imaduddin Sahabat, Sekretaris Jenderal ASEAN–Japan Centre Kunihiko Hirabayashi, serta Wakil Kepala ITPC Osaka Andi Camelia.

Maria optimistis keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut dapat mendorong peningkatan kerja sama perdagangan antara kedua negara, terutama melalui implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang yang membuka akses pasar lebih luas bagi produk Indonesia.

"Kami mendorong para peserta pameran untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin diskusi bisnis, menjajaki kemitraan baru, serta memperkuat kerja sama jangka panjang dengan mitra di Jepang," katanya.

Kehadiran Indonesia dalam pameran ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan bisnis. Tercatat tujuh perjanjian pembelian ditandatangani antara perusahaan Indonesia dengan pembeli dari Jepang.

Perusahaan yang terlibat antara lain CV Hortindo Agrifarm, Mayora Indah, Dua Kelinci, Helda's Snack, Sila Artisan Tea, serta Arva Tempe Chips. Produk yang dipasarkan meliputi olahan pertanian beku, camilan tradisional, produk confectionery, hingga olahan tempe.

Beragam produk unggulan juga dipamerkan di Paviliun Indonesia, mulai dari permen dan manisan, produk sarang burung walet, olahan kakao, teh premium, makanan ringan tradisional, produk pangan olahan, hingga minuman herbal.

Pada hari kedua pameran, penyelenggara juga menggelar seminar bertajuk Indonesia's Selected Food & Beverages Products for the Japanese Market. Kegiatan ini menghadirkan pelaku usaha, pembeli, serta konsultan perdagangan dari Jepang untuk memperluas peluang kerja sama bisnis.

Pameran Foodex Japan sendiri merupakan ajang promosi dagang tahunan yang diselenggarakan oleh Japan Management Association. Pameran ini dikenal sebagai salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di Jepang dan Asia Timur dengan konsep business-to-business (B2B).

Setiap tahun, acara tersebut diikuti lebih dari 3.000 perusahaan dari berbagai negara serta menarik lebih dari 60 ribu pengunjung yang terdiri dari pelaku usaha, pembeli, distributor, profesional industri, hingga kalangan akademisi.

Editor: Gokli