Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Tingkatkan Kapasitas Suplai Air 850 Liter per Detik untuk Atasi Stress Area
Oleh : Redaksi/Alex
Kamis | 12-03-2026 | 14:08 WIB
Rakor-Air.jpg Honda-Batam
BP Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) dalam rapat koordinasi tindak lanjut perbaikan layanan air bersih yang digelar pada Senin (9/3/2026). (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - BP Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) memperkuat upaya penanganan wilayah stress area, yakni kawasan yang mengalami gangguan tekanan air bersih di Kota Batam.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi tindak lanjut perbaikan layanan air bersih yang digelar pada Senin (9/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah langkah strategis guna mengoptimalkan suplai air kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah peningkatan kapasitas suplai air hingga 850 liter per detik. Peningkatan ini diproyeksikan mampu menambah total kapasitas suplai air di Batam dari 4.429 liter per detik menjadi sekitar 4.710 liter per detik.

Direktur Badan Usaha SPAM dan Fasling BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan peningkatan kapasitas tersebut juga memungkinkan pengalihan distribusi air ke sejumlah wilayah yang selama ini mengalami tekanan air rendah. "Sesuai arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, kami berupaya agar penanganan ini dilakukan secara bertahap dan terukur sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat semakin stabil," ujar Iyus.

Selain peningkatan kapasitas suplai, BP Batam juga menyiapkan program perkuatan jaringan distribusi melalui jalur pipa DK12. Jalur ini diketahui menyuplai sejumlah kawasan yang selama ini kerap mengalami masalah tekanan air. Beberapa wilayah yang menjadi prioritas perbaikan antara lain Tanjung Sengkuang, Bengkong, serta Batu Merah.

Menurut Iyus, penguatan jaringan distribusi tersebut diharapkan dapat memastikan aliran air dari pipa induk lebih stabil sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. "Keluhan masyarakat menjadi perhatian serius bagi BP Batam. Kami terus berupaya agar penanganan terhadap 18 titik stress area ini dapat segera diselesaikan," tegasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, BP Batam dan PT ABH juga membahas penerapan sistem teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk meningkatkan pengelolaan distribusi air.

Sistem SCADA memungkinkan operator memantau kondisi jaringan distribusi secara digital dan real time, termasuk tekanan air di jaringan pipa serta potensi gangguan distribusi.

Dengan teknologi tersebut, pengelola dapat mendeteksi permasalahan lebih cepat sekaligus mengambil langkah penanganan secara lebih efektif. BP Batam berharap penerapan sistem SCADA dapat mendorong pengelolaan distribusi air di Batam menjadi lebih modern, responsif, dan efisien.

Iyus menambahkan, saat ini pihaknya juga menunggu rampungnya proyek pengembangan jaringan air pada ruas Sukajadi, M3G hingga Bukit Senyum. "Berbagai langkah antisipatif telah kami siapkan agar selama proses pengerjaan proyek tersebut tidak mengganggu suplai air kepada masyarakat," pungkasnya.

Editor: Gokli