Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Penataan Pot Bougenville di Batam Gunakan Dana CSR, BP Batam Pastikan Tak Bebani APBN
Oleh : Redaksi/Alex
Rabu | 15-04-2026 | 11:28 WIB
kurang-kerjaan1.jpg Honda-Batam
Pot bougenville di sejumlah titik Kota Batam, tidak membebani keuangan negara maupun daerah. (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan program penataan pot bougenville di sejumlah titik kota tidak membebani keuangan negara maupun daerah. Kegiatan tersebut sepenuhnya dibiayai melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak ketiga.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa penggunaan dana CSR merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan kota tanpa mengganggu alokasi anggaran prioritas.

"Ini penting untuk kami sampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Program ini tidak menggunakan APBN maupun anggaran operasional BP Batam, melainkan berasal dari kontribusi pihak ketiga melalui skema CSR sehingga tidak membebani keuangan negara," ujar Ariastuty.

Ia menjelaskan, penataan pot bougenville merupakan bagian dari upaya mempercantik kawasan perkotaan agar lebih estetis dan nyaman bagi masyarakat. Tanaman bougenville dipilih karena memiliki warna cerah serta daya tahan tinggi terhadap iklim tropis.

Selain itu, tanaman tersebut dinilai cocok untuk lingkungan perkotaan yang panas dan minim air karena perawatannya relatif mudah dan efisien. "Penempatan pot bougenville ini merupakan langkah untuk memperkuat estetika kota agar lebih indah, asri, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jalan," katanya.

BP Batam juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas tersebut agar tetap terawat dan dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, Ariastuty menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penyesuaian posisi pot, khususnya yang dinilai terlalu dekat dengan badan jalan. Langkah ini dilakukan sembari menunggu kedatangan tanaman bougenville yang masih dalam proses pengiriman dari Pulau Jawa.

"Terima kasih atas seluruh masukan masyarakat. Untuk peletakannya yang terlalu dekat dengan jalan, nantinya akan lebih dijauhkan kurang lebih 5 meter agar tetap tersedia bahu jalan untuk berhenti kendaraan dalam kondisi darurat," pungkasnya.

Editor: Gokli