Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemendikdasmen Ajak Keluarga Luangkan 1 Jam Berkualitas Bersama Anak untuk Cegah Adiksi Gawai
Oleh : Redaksi
Rabu | 11-03-2026 | 11:48 WIB
Rusprita-Putri.jpg Honda-Batam
Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami. (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Banten - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengajak para orang tua meluangkan setidaknya satu jam waktu berkualitas setiap hari bersama anak sebagai upaya menghadapi meningkatnya ketergantungan anak terhadap gawai dan media sosial.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Penguatan Karakter: #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga yang digelar di Banten pada Selasa (10/3/2026). Program ini mendorong kolaborasi antara keluarga dan sekolah untuk menanamkan nilai karakter melalui aktivitas sederhana seperti berdialog, bercerita, dan bermain bersama.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Masmidah Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan peran aktif keluarga. "Melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kita ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat," ujar Masmidah dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, tujuh kebiasaan yang dimaksud meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, bermasyarakat, makan sehat dan bergizi, serta tidur tepat waktu. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Selain itu, Kemendikdasmen juga mendorong implementasi gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga, yakni ajakan kepada orang tua untuk menyediakan waktu khusus setiap hari bersama anak. "Waktu sederhana bersama anak akan menjadi momen berharga untuk memperkuat kedekatan antara orang tua dan anak," kata Masmidah di hadapan para peserta yang terdiri dari siswa dan orang tua dari tiga wilayah, yakni Banten, Sulawesi Tengah, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga mengikuti berbagai aktivitas edukatif seperti mendongeng bersama komunitas Kampung Dongeng Indonesia. Metode bercerita dinilai efektif untuk membangun komunikasi hangat sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Masmidah mengapresiasi keterlibatan para orang tua yang ikut aktif dalam sesi bercerita. Menurutnya, aktivitas tersebut tidak hanya menyenangkan bagi anak, tetapi juga menjadi sarana membangun hubungan yang lebih harmonis dalam keluarga.

"Kedekatan antara orang tua dan anak melalui kegiatan bercerita serta komunikasi yang baik menjadi kunci terciptanya hubungan yang harmonis di dalam keluarga," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, mengatakan program ini merupakan respons terhadap meningkatnya penggunaan gawai dan internet di kalangan anak dan remaja.

Ia mengungkapkan sejumlah data yang menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan remaja terhadap perangkat digital. "Sekitar 31,4 persen remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet, tujuh dari sepuluh remaja putri kecanduan media sosial, dan sembilan dari sepuluh remaja putra kecanduan gim daring," jelas Rusprita.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental serta kualitas interaksi sosial anak jika tidak diimbangi dengan aktivitas positif di rumah. "Untuk menghadapi tantangan ini, peran keluarga menjadi sangat sentral. Orang tua perlu menghadirkan aktivitas bermakna di rumah agar anak dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan," ujarnya.

Dalam Safari Penguatan Karakter ini, anak-anak juga mengikuti beragam kegiatan edukatif seperti pemutaran film pendek produksi Pusat Penguatan Karakter berjudul Benih Kejujuran, pertunjukan dongeng bertema Tabib Kesayangan Raja, permainan edukatif berbasis kearifan lokal, hingga refleksi melalui penulisan esai untuk meningkatkan literasi siswa sekolah dasar.

Rusprita berharap kegiatan tersebut dapat memperluas praktik penguatan karakter berbasis keluarga di berbagai daerah. "Kami berharap melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, anak-anak belajar tentang nilai kebaikan dan kejujuran, sementara orang tua dan guru terus mendampingi proses tumbuh kembang mereka," kata Rusprita.

Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap tercipta ekosistem pendidikan yang saling mendukung antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media dalam membangun generasi Indonesia yang berkarakter kuat.

Editor: Gokli