Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenperin Perkuat Literasi Digital IKM, 90 Pelaku Usaha di Batam Ikuti Workshop E-Smart
Oleh : Redaksi
Rabu | 11-03-2026 | 11:08 WIB
Reni-Yanita.jpg Honda-Batam
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan literasi digital bagi pelaku industri dalam negeri, terutama sektor industri kecil dan menengah (IKM). Langkah ini dilakukan agar pelaku IKM mampu memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.

Berbagai program telah dijalankan, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi kerja sama dengan penyedia layanan teknologi. Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku IKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa IKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional. Karena itu, peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah percepatan transformasi digital.

Menurutnya, teknologi seperti Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam mendukung strategi pemasaran digital. Teknologi ini memungkinkan pelaku usaha melakukan personalisasi promosi sesuai preferensi konsumen, memprediksi tren pasar, hingga menganalisis perilaku pelanggan secara lebih akurat.

"Dengan pemanfaatan teknologi ini, efektivitas promosi dan pemasaran dapat meningkat secara signifikan," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka adalah menyelenggarakan Workshop E-Smart IKM sektor logam, mesin, elektronika, dan alat angkut di Batam pada 4 Maret 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 90 pelaku IKM dari Provinsi Kepulauan Riau yang bergerak di bidang logam, mesin, elektronika, dan alat angkut.

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, mengatakan workshop ini bertujuan mendorong pelaku IKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Ia juga memaparkan bahwa tingkat keterlibatan digital masyarakat Indonesia terus meningkat. Berdasarkan laporan Digital 2025 dari We Are Social, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 221 juta orang atau sekitar 79-80 persen dari total populasi.

Sementara itu, pengguna media sosial aktif tercatat sekitar 191 juta orang atau sekitar 68–69 persen dari populasi, dengan rata-rata waktu penggunaan internet mencapai sekitar 7 jam 30 menit per hari. "Angka ini menunjukkan tingkat keterlibatan digital masyarakat Indonesia yang sangat tinggi," kata Reni saat memberikan sambutan di Batam, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, pemasaran digital memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan metode konvensional. Selain lebih efisien karena mengurangi biaya pencetakan dan distribusi materi promosi, pemasaran digital juga memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen secara lebih luas dan cepat.

Selain itu, interaksi dengan pelanggan dapat dilakukan dengan lebih mudah, strategi pemasaran dapat ditargetkan pada segmen konsumen tertentu, serta kinerja promosi dapat dipantau secara lebih terukur.

Sebagai bagian dari percepatan transformasi digital IKM, Program E-Smart IKM telah berjalan sejak 2017. Hingga kini, sebanyak 31.634 pelaku usaha telah mengikuti program tersebut melalui berbagai kegiatan literasi digital.

Program ini bertujuan memperluas akses pasar IKM melalui pemanfaatan e-commerce sekaligus memberikan edukasi dan pendampingan dalam penggunaan teknologi digital. "Ke depan, edukasi tersebut juga diharapkan mencakup pemanfaatan teknologi AI agar IKM Indonesia mampu beradaptasi dengan tren global dan semakin kompetitif," jelas Reni.

Reni juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan program tersebut, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam.

Sementara itu, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari, menjelaskan bahwa workshop tersebut menghadirkan berbagai materi pelatihan. Di antaranya pengenalan e-katalog, dasar-dasar digital marketing, optimalisasi pembuatan konten menggunakan smartphone, pemanfaatan WhatsApp dan Google untuk bisnis, serta pengenalan pembuatan konten pemasaran dengan teknologi AI.

"Kami berharap melalui Workshop E-Smart IKM ini para peserta dapat meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan teknologi digital secara optimal sehingga mampu memperluas pasar, meningkatkan kinerja usaha, serta memperkuat daya saing di tengah dinamika industri," kata Dini.

Editor: Gokli