Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Seruan Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia Terkait Situasi Politik dan Ekonomi Nasional
Oleh : Rerdaksi
Selasa | 10-03-2026 | 08:08 WIB
0903_dewan-buruh-pelabuhan-2026.jpg Honda-Batam
Deklarasi Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia. (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia mengeluarkan seruan kepada seluruh pekerja dan masyarakat agar tetap tenang menyikapi dinamika politik dan ekonomi nasional yang tengah terjadi. Mereka menilai situasi saat ini masih berada dalam kendali pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Koordinator Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia, Muhamad Riyadh, meminta masyarakat, khususnya buruh pelabuhan, untuk tidak mudah panik ataupun terprovokasi oleh berbagai isu yang dinilai menyesatkan. Menurutnya, sejumlah pihak disebut mencoba membangun opini negatif terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak kepada masyarakat kelas menengah dan kecil.

"Ada kelompok tertentu yang berupaya menghambat berbagai program pemerintah, termasuk upaya menuju swasembada pangan dan energi serta program makan bergizi gratis yang tengah digencarkan pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).

Selain itu, Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia menilai situasi global turut memengaruhi kondisi ekonomi nasional. Konflik di kawasan Timur Tengah disebut berdampak pada kenaikan harga minyak dunia yang menembus lebih dari 110 dolar Amerika Serikat per barel, serta melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat menembus angka Rp17 ribu per dolar AS.

Ia menilai, pelemahan nilai tukar rupiah merupakan fenomena yang kerap terjadi di pasar keuangan global, terutama ketika terjadi konflik geopolitik yang memicu ketidakpastian ekonomi. Dalam kondisi tersebut, investor biasanya memindahkan asetnya ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti dolar Amerika Serikat.

Kenaikan harga energi global juga dinilai berkontribusi terhadap penguatan dolar AS. Dengan harga minyak mentah Brent yang sempat melampaui 100 dolar per barel, permintaan terhadap dolar meningkat sehingga berdampak pada pergerakan nilai tukar berbagai mata uang, termasuk rupiah.

"Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia menilai kondisi tersebut masih dapat dikendalikan pemerintah melalui kebijakan yang berhati-hati dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menilai penguatan dolar AS dalam kondisi tertentu dapat memberikan dampak positif bagi sektor ekspor Indonesia, karena produk dalam negeri menjadi lebih kompetitif di pasar internasional serta mendorong penggunaan produk domestik dibandingkan barang impor.

Terkait munculnya penolakan terhadap program makan bergizi gratis di sejumlah daerah, Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia menilai hal itu perlu disikapi secara bijak. Program tersebut, menurutnya merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, khususnya wilayah pedesaan dan pinggiran kota.

Sementara itu, mengenai rencana kerja sama perdagangan resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat, pihaknya menilai langkah tersebut berpotensi membuka peluang pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Pembelian minyak dan LNG dari Amerika Serikat juga dinilai bisa menjadi alternatif pasokan energi di tengah terganggunya jalur perdagangan dari kawasan Timur Tengah.

Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia pun mengajak seluruh pekerja dan buruh pelabuhan di Tanah Air untuk tetap fokus bekerja serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang dapat memicu keresahan di masyarakat.

Editor: Gokli