Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Perusahaan Tanggung Santunan dan Pemakaman Korban Tugboat Terbalik di Perairan Tanjunguncang Batam
Oleh : Aldy
Sabtu | 07-03-2026 | 14:08 WIB
sar-tb-asl-mega.jpg Honda-Batam
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang setelah kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjunguncang, Jumat (6/3/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan akan menanggung seluruh biaya santunan, asuransi, hingga pemakaman korban dalam insiden kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjunguncang, Batam, Kepulauan Riau.

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines, Moh Fatur Akbar, mengatakan perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Kami memberikan santunan kepada korban, mencairkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman, baik di dalam maupun luar kota, hingga proses pemakaman selesai," ujar Fatur saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).

Fatur menjelaskan, saat insiden terjadi terdapat lima orang kru di dalam kapal tugboat yang tengah melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain. Para kru tersebut berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal.

Menurut dia, hubungan kerja para kru tidak terkait dengan manajemen PT ASL Shipyard Indonesia, melainkan langsung dengan perusahaan penyedia awak kapal. "Kami adalah manajemen kru. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami. Jadi kami yang mengelola dan menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain," katanya.

Berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden bermula saat kondisi arus laut cukup kuat sehingga kapal terdorong ombak hingga akhirnya terbalik. Saat kejadian, sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara lainnya masih berada di dalam kapal.

"Menurut keterangan kru yang selamat, arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP)," ujar Fatur.

Ia menambahkan, pihak perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban dan memastikan seluruh jenazah dimakamkan di Batam. "Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka telah menerima penjelasan dari perusahaan," katanya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang setelah kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjunguncang, Jumat (6/3/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 17.57 WIB, sementara insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat kapal tugboat tengah menarik kapal kargo Kyparissia.

Dari lima orang kru yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Tiga korban meninggal dunia yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM). Sementara korban selamat diketahui bernama M Habib Ansyari, sedangkan satu korban yang masih dalam pencarian adalah Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Vessel Traffic Service Batam, Polairud Polda Kepulauan Riau, serta pihak PT ASL Batam masih melakukan pencarian terhadap korban hilang di sekitar lokasi kejadian.

Editor: Gokli