Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

UMKM Batik Arios Batam Tampil di KURMA 2026, Angkat Wastra Kepri dan Perkuat Ekonomi Kreatif
Oleh : Aldy
Sabtu | 07-03-2026 | 11:08 WIB
batik-arios.jpg Honda-Batam
Batik Arios dalam ajang Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026 yang digelar di One Batam Mall, Rabu (4/3/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kriya di Kota Batam terus menunjukkan peran penting dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Salah satunya melalui partisipasi Rumah Tenun dan Batik Arios dalam ajang Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026 yang digelar di One Batam Mall, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, dan menjadi ruang promosi bagi UMKM sekaligus upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah selama bulan Ramadan.

Rumah Tenun Arios merupakan UMKM kriya milik Ati Sulastri yang fokus memproduksi batik khas Kepulauan Riau serta tenun nusantara. Galeri ini berlokasi di Plamo Garden Blok F3 Nomor 10, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, dan dikenal sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya di Batam.

Beragam produk unggulan dipamerkan dalam ajang tersebut, mulai dari batik bermotif khas daerah seperti Gonggong dan Jembatan Barelang, kain tenun Kepulauan Riau, hingga produk turunan fesyen seperti tunik, outerwear, vest, aksesori handmade, serta tas etnik modern.

Pemilik Rumah Tenun Arios, Ati Sulastri, mengatakan keikutsertaan dalam KURMA menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan wastra lokal kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus memperluas pasar produk UMKM. "Kegiatan seperti ini sangat membantu pelaku usaha untuk bertemu langsung dengan konsumen serta memperkenalkan motif khas daerah agar semakin dikenal," kata Ati.

Ia menjelaskan, koleksi Rumah Tenun Arios mengusung desain busana modern berbasis kain tradisional. Salah satu produk favorit pengunjung adalah outer batik motif gonggong yang dinilai mudah dipadukan untuk berbagai kesempatan.

Selain itu, tersedia pula vest dan kimono berbahan tenun nusantara yang menghadirkan sentuhan etnik kontemporer. Produk lain yang ditawarkan meliputi tunik kombinasi batik dengan bahan organza atau satin, blouse berkerah Shanghai untuk tampilan formal, hingga maxi dress tenun serta dress A-line bermotif vertikal yang dirancang nyaman untuk berbagai bentuk tubuh.

"Selain koleksi siap pakai, kami juga menerima pesanan khusus sesuai ukuran pelanggan," ujarnya.

Secara kelembagaan, Rumah Tenun Arios merupakan UMKM binaan yang tergabung dalam program Karya Kreatif Indonesia di bawah pembinaan Bank Indonesia dan kerap berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Usaha ini juga tercatat sebagai nasabah aktif BRK Syariah dan telah memanfaatkan sistem pembayaran digital QRIS untuk mendukung transaksi non-tunai.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah, turut mengunjungi sejumlah tenant UMKM di KURMA 2026, termasuk tenant batik milik nasabah BRK Syariah, brand Arios.

Ia meninjau langsung proses pengembangan produk serta berdialog dengan pelaku usaha mengenai perjalanan bisnis dan tantangan pemasaran UMKM berbasis budaya lokal.

Fajar menyampaikan bahwa keterlibatan UMKM binaan dalam ajang seperti KURMA menunjukkan bahwa kolaborasi antara perbankan syariah dan pelaku usaha mampu mendorong UMKM berkembang secara berkelanjutan. "BRK Syariah tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan UMKM. Kami ingin melihat nasabah berkembang, memiliki daya saing, serta mampu memperluas pasar melalui inovasi produk dan pemanfaatan ekosistem ekonomi syariah," kata Fajar.

Ia menambahkan, keberhasilan Rumah Tenun Arios menjadi contoh bagaimana pembiayaan syariah dapat memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal, khususnya dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya daerah.

"Kami bangga melihat nasabah BRK Syariah mampu berkembang dan tampil di event strategis seperti KURMA. Ini menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan menjadi penggerak ekonomi daerah," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan bahwa KURMA bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan wadah kolaborasi untuk menggerakkan sektor riil, khususnya UMKM.

"Melalui Kepulauan Riau Ramadan Fair, kita ingin menghadirkan kegiatan yang bukan hanya meriah, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM," kata Nyanyang.

Ia juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada 2025 mencapai 7,89 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,14 persen. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk melalui berbagai event yang mendorong perputaran ekonomi UMKM.

KURMA 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga yang digagas melalui sinergi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kepri, Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam agenda tersebut digelar beragam kegiatan, mulai dari festival kuliner UMKM, edukasi literasi keuangan syariah, layanan publik, lomba Ramadan, hingga Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.

Melalui partisipasi UMKM seperti Rumah Tenun Arios, KURMA diharapkan tidak hanya menjadi perayaan Ramadan, tetapi juga momentum untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal secara berkelanjutan.

Editor: Gokli