Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Inflasi Kepri Februari 2026 Terkendali di 0,44 Persen, BI Perkuat Sinergi Jelang Ramadan
Oleh : Aldy
Selasa | 03-03-2026 | 12:08 WIB
Rony-BI-Kepri.jpg Honda-Batam
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Februari 2026 tetap terjaga dalam kisaran target. Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi Kepri tercatat sebesar 0,44 persen, membaik dibandingkan Januari 2026 yang mengalami deflasi 0,09 persen.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto, menyampaikan capaian tersebut menunjukkan stabilitas harga di daerah masih terkendali dengan baik. "Secara tahunan, inflasi Kepri tercatat sebesar 3,54 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,94 persen (yoy), namun masih berada dalam rentang sasaran inflasi," ujar Rony dalam acara Bincang Media, Selasa (3/3/2026).

Rony menjelaskan, kenaikan inflasi bulanan dipicu oleh peningkatan harga sejumlah komoditas, antara lain emas perhiasan, nasi dengan lauk, tarif angkutan udara, beras, dan cabai merah. Kenaikan harga emas perhiasan dipengaruhi berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global.

Sementara itu, harga nasi dengan lauk meningkat seiring kenaikan harga bahan baku pangan. Tarif angkutan udara juga naik akibat meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri. "Komoditas pangan seperti beras dan cabai merah turut terdorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional," jelasnya.

Meski demikian, tekanan inflasi lebih tinggi berhasil tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas, seperti bensin, bawang merah, telur ayam ras, buncis, dan daging ayam ras.

Berdasarkan data Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi tertinggi secara bulanan terjadi di Tanjungpinang sebesar 0,99 persen (mtm), disusul Batam 0,40 persen (mtm), sedangkan Karimun relatif rendah sebesar 0,01 persen (mtm).

Rony menambahkan, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepri akan terus memperkuat koordinasi guna menjaga inflasi tetap terkendali, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.

"Ke depan, BI akan memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta memperkuat komunikasi kebijakan agar ekspektasi inflasi masyarakat tetap terjangkar," tutup Rony.

Editor: Gokli