Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Investasi dan Ekspor Masih Dominasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri, Konsumsi Rumah Tangga Belum Seimbang
Oleh : Aldy
Selasa | 03-03-2026 | 10:48 WIB
bincang-media2.jpg Honda-Batam
Kepala BI Perwakilan Kepri, Rony Widijarto, dalam acara Bincang Bareng Media di kantor BI Kepri, Selasa (3/3/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) masih ditopang kuat oleh investasi dan net ekspor. Sementara itu, kontribusi konsumsi rumah tangga dinilai belum cukup kuat untuk menyeimbangkan struktur pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala BI Perwakilan Kepri, Rony Widijarto, menyampaikan hal tersebut dalam acara Bincang Bareng Media di kantor BI Kepri, Selasa (3/3/2026). Rony menjelaskan, gambaran tersebut tercermin dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan sisi pengeluaran dan lapangan usaha.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kepri sepanjang 2025 turut ditopang kinerja sektor pertambangan, khususnya setelah proyek lapangan minyak dan gas (migas) baru memasuki fase produksi (onstream). "Data menunjukkan konsumsi rumah tangga di Kepri belum mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi daerah yang relatif tinggi. Kondisi ini berbeda dengan tren nasional, di mana pertumbuhan konsumsi rumah tangga cenderung sejalan dengan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," ujar Rony.

Ia menambahkan, aktivitas industri pengolahan dan pertambangan masih menjadi tulang punggung struktur ekonomi Kepri. Kinerja kedua sektor tersebut terus menunjukkan tren positif dalam beberapa periode terakhir.

Proyek Migas Dorong Prospek Ekonomi

BI juga mencatat sejumlah perkembangan strategis di sektor migas Kepri. Kegiatan pertambangan migas di lapangan Forel dan Terubuk resmi beroperasi pada 16 Mei 2025 dengan total produksi sekitar 20 ribu barel minyak per hari dan 60 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Lapangan tersebut ditargetkan mencapai kapasitas penuh pada akhir 2025.

Selain itu, proyek pipa WNTS–Pemping ditargetkan rampung pada kuartal I 2026. West Natuna Exploration Ltd. menargetkan estimasi produksi pada akhir 2027, sedangkan KUFPEC Anambas membidik fase onstream pada kuartal I 2027.

Dengan perkembangan tersebut, sektor pertambangan dan industri pengolahan diperkirakan tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Kepri dalam jangka menengah. "Namun, penguatan konsumsi domestik tetap diperlukan agar struktur pertumbuhan ekonomi lebih seimbang dan berkelanjutan," kata Rony.

IKK Triwulan I 2026 Tembus 137

Di sisi lain, BI mencatat peningkatan optimisme masyarakat pada awal 2026. Berdasarkan Survei Konsumen BI, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) triwulan I 2026 hingga Februari tercatat sebesar 137,00. Angka tersebut berada di atas 100, yang menunjukkan level optimistis.

Rony menjelaskan, survei tersebut mengukur persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan. Peningkatan IKK didorong oleh naiknya dua komponen utama, yakni Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang mencapai 145,34 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 128,67.

"BI menilai kinerja IKK menunjukkan optimisme pascatriwulan II yang sebelumnya sempat melambat akibat penetapan tarif resiprokal dan kebijakan efisiensi anggaran," ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Hari Besar Keagamaan Nasional turut mendorong perbaikan persepsi dan ekspektasi konsumen sehingga tren keyakinan masyarakat kembali menguat pada awal tahun.

Rony menyebut survei tersebut melibatkan 200 rumah tangga responden dan menjadi salah satu indikator penting untuk memantau daya beli serta persepsi ekonomi masyarakat di Kepri. "Perkembangan ini menjadi sinyal positif, meski penguatan konsumsi rumah tangga tetap diperlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata," pungkas Rony Widijarto.

Editor: Gokli