Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Wagub Kepri Tinjau Gudang Bulog Batam, Stok Beras dan Minyak Aman hingga Idulfitri 2026
Oleh : Aldy
Senin | 02-03-2026 | 15:48 WIB
gudang-bulog.jpg Honda-Batam
Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, meninjau langsung ketersediaan bahan pokok di Gudang Bulog Batam, Batu Ampar, Senin (2/3/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, meninjau langsung ketersediaan bahan pokok di Gudang Bulog Batam, Batu Ampar, Senin (2/3/2026). Peninjauan dilakukan bersama instansi terkait dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Kepri guna memastikan stok sembako aman menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Dalam kunjungan tersebut, Nyanyang menyampaikan bahwa cadangan beras dan minyak goreng di Bulog Batam masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. Berdasarkan data yang dipaparkan, stok beras premium mencapai sekitar 3.200 ton, beras SPHP sekitar 3.500 ton, serta minyak goreng sekitar 54 ton.

"Untuk di Bulog, beras premium ada 3.200 ton, kemudian beras SPHP 3.500 ton, dan minyak kurang lebih 54 ton. Itu cukup untuk ketersediaan sampai tiga bulan ke depan," ujar Nyanyang usai peninjauan di gudang Perum Bulog Batam.

Ia menegaskan, ketersediaan tersebut diyakini mampu menjamin kebutuhan masyarakat, khususnya di Batam, selama Ramadan hingga Idulfitri. "Ini menjamin ketersediaan selama bulan Ramadan dan Idulfitri, khususnya untuk wilayah Batam," katanya.

Nyanyang juga memastikan kondisi stok pangan di tingkat Provinsi Kepri secara umum dalam keadaan aman dan terkendali. Menurutnya, koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

"Untuk Kepri, kami sudah koordinasi dengan beberapa instansi. Insyaallah semuanya aman dan terkendali," ujarnya.

Menjelang Lebaran, Pemerintah Provinsi Kepri mengerahkan Satgas Pangan yang melibatkan unsur Polda Kepulauan Riau, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta pemerintah kabupaten/kota. Tim ini bertugas melakukan monitoring dan pengawasan di lapangan agar harga kebutuhan pokok tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kita punya Satgas Pangan yang terdiri dari Polda, Kementerian Pertanian, dan kabupaten/kota untuk melakukan monitoring dan pengawasan. Jangan sampai harga melebihi HET," tegasnya.

Ia menyebut HET beras premium ditetapkan sebesar Rp 15.400 per kilogram, sedangkan beras SPHP Rp13.100 per kilogram.

Terkait distribusi ke sejumlah kabupaten/kota di Kepri seperti Anambas, Karimun, Bintan, dan Tanjungpinang, Nyanyang memastikan penyaluran dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Pengiriman dilakukan langsung dari Tanjung Priok maupun melalui skema distribusi yang telah disepakati dalam rapat Satgas Pangan di Graha Kepri.

"Distribusi ke Anambas, Karimun, Bintan, dan Tanjungpinang sudah sesuai hasil rapat Satgas Pangan. Di situ juga ada satgas dari Kementerian Pertanian, Perdagangan, dan Polri," jelasnya.

Untuk mengantisipasi hambatan logistik, Pemprov Kepri dalam waktu dekat akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pelabuhan, baik rute antar-pulau maupun antar-provinsi. "Kita dalam waktu dekat akan sidak ke sejumlah pelabuhan," ujarnya.

Menanggapi adanya kapal tujuan Tungkal yang tengah menjalani docking, Pemprov Kepri akan berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry agar distribusi logistik tidak terganggu selama Ramadan dan Idulfitri. "Kita akan koordinasi dengan ASDP. Jangan sampai pada Ramadan dan jelang Idulfitri ada keterlambatan atau hambatan," kata Nyanyang.

Ia menambahkan, Pemprov Kepri juga akan menggelar rapat koordinasi Satgas Idulfitri bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan unsur Muspida untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal.

"Dalam waktu dekat kita juga akan melakukan rapat koordinasi lagi untuk memastikan semua berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat jelang Lebaran bisa terpenuhi," pungkasnya.

Editor: Gokli