Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemendikdasmen-BPS Teken MoU, Perkuat Akurasi dan Sensus Data Pendidikan Nasional
Oleh : Redaksi
Sabtu | 28-02-2026 | 12:48 WIB
dikdasmen-bps.jpg Honda-Batam
Kemendikdasmen menandatangani MoU dengan BPS untuk memperkuat akurasi, integrasi, dan pemutakhiran data pendidikan nasional. Penandatanganan berlangsung di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (26/2/2026). (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat akurasi, integrasi, dan pemutakhiran data pendidikan nasional. Penandatanganan berlangsung di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa data menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran. "Kami berkomitmen untuk ke depan bekerja sama secara lebih intensif dalam memperbarui data-data pendidikan. Ini menjadi bagian dari upaya kita melakukan semacam sensus pendidikan secara berkala agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data yang akurat," ujar Abdul Mu'ti.

Menurutnya, melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kemendikdasmen selama ini mengelola Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai basis data satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Namun, dinamika di lapangan menuntut pembaruan data yang lebih cepat dan sistematis.

"Pengunggahan data melalui Dapodik memungkinkan satuan pendidikan melakukan pembaruan secara berkala. Hal ini penting mengingat kondisi sekolah sangat dinamis, misalnya adanya guru yang memasuki masa pensiun, mutasi, maupun perubahan data lainnya. Karena itu, integrasi dan sinkronisasi data dengan BPS diharapkan dapat meminimalkan ketidaksesuaian tersebut," jelasnya.

Kerja sama ini diharapkan memperkuat sistem satu data pendidikan nasional sehingga perencanaan kebutuhan guru, penganggaran, dan program intervensi pendidikan berbasis data yang valid, mutakhir, serta akuntabel.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin dan menilai MoU tersebut menjadi landasan formal untuk memperluas sinergi kedua lembaga. "Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kolaborasi yang sudah berjalan sangat baik. Nota kesepahaman yang ditandatangani hari ini akan menjadi pengikat untuk memperkuat kerja sama ke depan, khususnya dalam memastikan data pendidikan yang semakin akurat dan berkualitas," ujar Amalia.

Sebagai tindak lanjut, BPS bersama Kemendikdasmen akan melakukan evaluasi Dapodik melalui pendataan lengkap terhadap sekitar 457.000 satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat di seluruh Indonesia. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) berbasis gawai, sehingga data dapat terkirim secara langsung dan meminimalkan kesalahan manual.

BPS juga memastikan standar metodologi, pengorganisasian lapangan, pengendalian mutu, serta verifikasi data berjalan sesuai kaidah statistik. Dengan dukungan jaringan BPS di seluruh Indonesia, pendataan ditargetkan menjangkau seluruh satuan pendidikan secara komprehensif.

Kemendikdasmen optimistis sinergi ini akan memperkuat tata kelola data pendidikan nasional sekaligus mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik di Indonesia.

Editor: Gokli