Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Paviliun Indonesia Borong Minat di CHFA NOW 2025 Vancouver, Targetkan Transaksi USD 4,5 Juta
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 27-02-2026 | 10:28 WIB
CHFA-NOW.jpg Honda-Batam
Paviliun Indonesia menarik perhatian ratusan pelaku usaha dalam ajang Canadian Health Food Association Natural Organic Wellness (CHFA NOW) yang digelar pada 21-22 Februari 2025 di Vancouver Convention Centre, Kanada. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Paviliun Indonesia yang diisi delapan perusahaan nasional berhasil menarik perhatian ratusan pelaku usaha dalam ajang Canadian Health Food Association Natural Organic Wellness (CHFA NOW) yang digelar pada 21-22 Februari 2025 di Vancouver Convention Centre, Kanada.

Partisipasi Indonesia dalam pameran tersebut merupakan hasil kolaborasi Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Vancouver.

CHFA NOW dikenal sebagai salah satu pameran dagang terbesar di Kanada yang mempromosikan produk alami, sehat, dan organik. Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti sekitar 900 peserta dan dihadiri kurang lebih 3.000 pelaku usaha, mulai dari distributor hingga ritel dari berbagai wilayah di Kanada.

Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan beragam produk unggulan dari Exotique Foods, PT Azaki Food Internasional, PT IndoWooyang, PT Beta Moringa Indonesia, PT Wins Indonesia Sukses, PT Indo Tropical Group, Omitosh World FZCO, serta Archipelago Food Distributor Ltd. Produk yang dipamerkan meliputi teh khas Indonesia, kopi spesialti, tempeh chips, aneka keripik buah dan umbi, gula kelapa organik, pemanis alami, mi sehat berbahan alami, beras beraroma, hingga ubi kering.

Konsul Jenderal RI Vancouver, Nina Kurnia Widhi, menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia tidak sekadar memamerkan produk, tetapi juga memperkenalkan keunikan dan kualitas komoditas organik Tanah Air. "Keikutsertaan Indonesia pada CHFA NOW tidak hanya untuk menampilkan keragaman produk alami Indonesia, tetapi juga menunjukkan keunikan dan kekhasan produk yang diperoleh dari bahan organik serta telah tersertifikasi," ujar Nina dalam keterangan resminya.

Senada dengan itu, Kepala ITPC Vancouver, Silvi Mustikawati, menyebut pameran tersebut sebagai peluang strategis untuk memperluas akses pasar di Kanada. "Pameran CHFA merupakan peluang emas untuk menghadirkan produk Indonesia sebagai pilihan menjanjikan di pasar Kanada yang kompetitif. Kami optimistis kegiatan ini dapat menghasilkan potensi transaksi perdagangan hingga USD 4,5 juta," kata Silvi.

Dari sisi kinerja perdagangan, total nilai perdagangan Indonesia–Kanada pada 2025 tercatat sebesar USD 4,36 miliar atau meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 3,6 miliar. Ekspor Indonesia ke Kanada juga tumbuh 17,68 persen, dari USD 1,44 miliar pada 2024 menjadi USD 1,69 miliar pada 2025.

Peningkatan tersebut dinilai mencerminkan besarnya potensi pasar yang dapat terus dikembangkan melalui sinergi antarinstansi serta partisipasi aktif dalam pameran internasional. Optimalisasi kerja sama dagang melalui implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) juga diyakini dapat semakin mendorong pertumbuhan ekspor.

Berdasarkan laporan Global Organic Trade, pasar produk organik Indonesia diproyeksikan tumbuh positif dengan nilai compound annual growth rate (CAGR) sebesar 7,8 persen sepanjang periode 2023–2028. Nilai pasar diperkirakan mencapai USD 1,6778 miliar pada 2028.

Proyeksi tersebut membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dan meningkatkan ekspor produk organik ke pasar global, khususnya negara-negara dengan tingkat preferensi tinggi terhadap produk organik berkualitas seperti Kanada.

Editor: Gokli