Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

IKM Mampu Ciptakan Drone Berteknologi Canggih, Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri
Oleh : Redaksi
Senin | 23-02-2026 | 11:28 WIB
drone2.jpg Honda-Batam
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita ke PT Aerotek Global Inovasi. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Industri kecil dan menengah (IKM) nasional semakin menunjukkan kapasitasnya dalam menciptakan drone berteknologi canggih yang mampu menjawab kebutuhan berbagai sektor industri.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun terus mengakselerasi transformasi teknologi untuk meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan pemanfaatan pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) kini menjadi solusi penting di berbagai bidang. "Pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle melalui drone ini sekarang menjadi layanan yang begitu penting, yang dipakai oleh industri di bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, pembangkit energi, dan berbagai sektor lainnya yang dapat mengefisiensikan produksi dan pengawasan di lapangan. Teknologi canggih ini dapat menghasilkan pemetaan yang akurat," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, drone banyak dimanfaatkan untuk survei pemetaan yang menyajikan informasi spasial secara rinci. Melalui teknologi ini, pelaku industri dapat mengetahui profil wilayah, kondisi demografi, hingga potensi kawasan secara daring dan akurat.

Agus menambahkan, perkembangan teknologi turut mendorong tumbuhnya IKM penyedia layanan drone. Ia mengapresiasi kemampuan IKM yang mampu menjadi penghubung bagi pelaku industri, khususnya sesama IKM, untuk mengadopsi teknologi canggih dalam proses produksi.

Upaya tersebut diperkuat melalui pembinaan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA). Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menyebutkan pihaknya saat ini mendampingi 24 IKM yang bergerak di layanan teknologi drone.

"Tercatat sebanyak 24 industri kecil dan industri menengah yang bergerak di layanan teknologi drone yang terus kami dampingi, baik dari sisi peningkatan kapasitas internal perusahaan, sampai pembukaan akses pasar dan pengembangan produk," kata Reni.

Pada 5-6 Februari 2026, Ditjen IKMA mengunjungi sejumlah IKM drone binaan di Yogyakarta, antara lain PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia, PT Karya Solusi Angkasa, PT Aerotek Global Inovasi, PT Inderaja Teknik Indonesia, serta CV AMX UAV Technologies.

"Kemenperin berupaya mengakselerasi startup ini sebagai penyedia solusi teknologi bagi industri dan masyarakat. Produk mereka, baik pesawat nirawak maupun perangkat lunaknya, harus dapat diimplementasikan secara langsung oleh pelaku industri, termasuk yang berskala IKM," ujar Reni.

Berbagai fasilitasi telah diberikan, mulai dari program Startup for Industry (Tech Link - Investment Summit dan pendampingan) pada 2023–2024, sertifikasi TKDN 2024, fasilitasi SNI ISO 9001, hingga partisipasi dalam pameran nasional dan internasional seperti Manufacturing Indonesia Series (MFI) 2024 dan China-BRICS Science and Innovation Incubation Park 2025.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronik, dan Alat Angkut (LMEAA), Dini Hanggandari, menambahkan partisipasi dalam pameran menjadi sarana penting untuk memperkuat arah bisnis dan inovasi produk. "Mereka berkesempatan berinteraksi langsung dengan pelaku industri untuk mendapatkan masukan, mengetahui kebutuhan riil pasar, serta menangkap peluang penerapan teknologi di sektor manufaktur dan IKM," ujar Dini.

Sejumlah IKM binaan telah membuktikan kemampuannya. PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia memproduksi drone bermerek Frogs Indonesia, mulai dari passenger drone, spray drone, drone pengawas, drone kargo, hingga surveillance mapper drone. Produk tersebut telah digunakan di lebih dari 21 provinsi dan 61 kabupaten/kota.

PT Karya Solusi Angkasa mengembangkan drone pertanian berbahan karbon komposit dengan sistem kendali manual maupun otomatis serta fitur keselamatan untuk kondisi darurat. Sementara itu, PT Aerotek Global Inovasi memproduksi Beehive drones yang digunakan untuk polinasi kelapa sawit dan misi pemadaman kebakaran secara presisi.

Adapun PT Inderaja Teknik Indonesia fokus pada teknologi penginderaan jauh untuk pemetaan geospasial, termasuk pemetaan bawah air dan bawah tanah. CV AMX UAV Technologies juga menghadirkan drone untuk videografi, pemetaan kawasan industri, perencanaan tambang nikel, hingga manajemen pertanian yang mampu menghitung kebutuhan nutrisi dan kelembaban tanah.

Melalui penguatan pembinaan dan inovasi berkelanjutan, IKM nasional dinilai mampu menciptakan drone berteknologi canggih yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan pasar, sekaligus memperkuat kemandirian industri dalam negeri.

Editor: Gokli