Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RI-Kenya Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Tambah Kuota Mahasiswa Mombasa ke Indonesia
Oleh : Redaksi
Sabtu | 21-02-2026 | 12:08 WIB
RI-Kenya.jpg Honda-Batam
Kunjungan delegasi Pemerintah Mombasa County ke kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Jakarta. (Kemdiktisaintek)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia dan Kenya memperkuat kerja sama pendidikan tinggi dengan mendorong peningkatan jumlah mahasiswa asal Mombasa County yang melanjutkan studi di Indonesia. Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan delegasi Pemerintah Mombasa County ke kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Jakarta.

Mombasa County merupakan pusat ekonomi terbesar kedua di Kenya setelah Nairobi. Wilayah pesisir itu dikenal sebagai pelabuhan utama di Afrika Timur sekaligus simpul penting perdagangan kawasan.

Kunjungan delegasi dilatarbelakangi keterbatasan akses pendidikan tinggi di Mombasa. Saat ini, daerah tersebut hanya memiliki satu universitas negeri. Selain itu, faktor ekonomi masih menjadi hambatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

"Akses masyarakat ke pendidikan tinggi masih sangat terbatas karena faktor ekonomi. Banyak yang tidak bisa melanjutkan studi akibat keterbatasan biaya. Kami berkunjung ke Jakarta untuk mempelajari praktik baik yang telah dijalankan Indonesia dan berharap dapat meningkatkan kolaborasi pendidikan tinggi serta pengembangan sumber daya manusia," ujar Dr Mbwarali Kame, Local Minister Department of Education Mombasa County.

Tambah Mahasiswa Mombasa ke Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana penambahan jumlah mahasiswa Mombasa yang akan menempuh pendidikan di

Indonesia. Sejak tahun lalu, sebanyak 17 mahasiswa asal Mombasa telah belajar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Sebelum diberangkatkan, para mahasiswa tersebut mengikuti program persiapan selama kurang lebih tiga bulan untuk mendukung adaptasi budaya dan akademik.

Indonesia juga membuka sejumlah skema beasiswa internasional bagi mahasiswa Kenya, antara lain KNB Scholarship (Kemitraan Negara Berkembang) yang mencakup jenjang S1, S2, dan S3. Selain itu, tersedia program TIAS atau Indonesian AID Scholarship yang dikelola melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI).

"Kami memiliki TIAS atau Indonesian AID Scholarship yang berfokus pada capacity building dan penguatan kerja sama pembangunan. Kenya merupakan negara yang berpotensi menjadi mitra dalam skema ini," kata Mukhamad Najib, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek.

Perkuat Hubungan Bilateral

Kerja sama pendidikan Indonesia dan Kenya telah terjalin sejak lama, seiring hubungan diplomatik kedua negara yang dimulai pada 1979. Pendidikan menjadi salah satu sektor prioritas dalam penguatan kemitraan bilateral tersebut, meskipun Kedutaan Besar Kenya di Indonesia baru resmi dibuka pada 2022.

Mukhamad Najib menambahkan, pengembangan kolaborasi ke depan perlu diarahkan pada bidang strategis seperti pertanian, ekonomi, energi dan green development, pendidikan vokasi, serta industri dan manufaktur. "Kami menyambut baik bentuk kerja sama yang diinginkan delegasi Mombasa. Kolaborasi pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia merupakan agenda penting yang harus terus kita dorong bersama," ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Mombasa, memperkuat jejaring akademik, serta mempererat hubungan Indonesia–Kenya di bidang pembangunan sumber daya manusia.

Editor: Gokli