Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Omzet UMKM Tembus Rp 1 Miliar, BP Batam-Nagoya Citywalk Dorong Kebangkitan Ekonomi Nagoya
Oleh : Redaksi/Alex
Kamis | 19-02-2026 | 14:08 WIB
ncw-umkm.jpg Honda-Batam
Night Party Nagoya Lantern Festival sukses menggerakkan perekonomian mikro di kawasan Nagoya. (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kolaborasi antara BP Batam dan Nagoya Citywalk melalui gelaran Night Party Nagoya Lantern Festival sukses menggerakkan perekonomian mikro di kawasan Nagoya. Dalam lima hari pelaksanaan, 13-17 Februari 2026, omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat menembus lebih dari Rp 1 miliar.

Berdasarkan survei Pusat Kajian Daya Saing ASEAN Politeknik Batam, jumlah pengunjung mencapai sekitar 6.000 orang selama kegiatan berlangsung. Nilai transaksi tersebut dihitung melalui pengukuran multiplier effect, data omzet per UMKM, serta ekstrapolasi berdasarkan jumlah kunjungan.

Kegiatan ini dinilai menjadi indikator konkret kebangkitan ekonomi kawasan Nagoya sekaligus percepatan implementasi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya.

Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa revitalisasi Nagoya merupakan bagian dari strategi penguatan pusat perdagangan dan jasa di Kota Batam. "Nagoya adalah episentrum perdagangan Kota Batam. Ketika ruang publiknya hidup dan tertata, efek berantainya akan dirasakan oleh UMKM, sektor jasa, hingga pariwisata. Inilah arah pembangunan kawasan yang terintegrasi," ujar Amsakar.

Senada dengan itu, Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. "Pertumbuhan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," jelasnya.

Revitalisasi New Nagoya

Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa penataan Jalan Raya Nagoya merupakan bagian dari agenda besar pembangunan New Nagoya dalam kerangka WPP Prioritas. Revitalisasi tersebut meliputi peningkatan kualitas jalan dan pedestrian, penataan pencahayaan, penguatan konektivitas antarblok komersial, serta integrasi fungsi perdagangan dan hiburan.

"WPP Prioritas New Nagoya dirancang untuk mentransformasi kawasan ini menjadi pusat perdagangan dan gaya hidup yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing internasional," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan festival tersebut membuktikan bahwa sinergi antara infrastruktur, ruang publik, dan aktivitas ekonomi mampu menghasilkan perputaran ekonomi yang signifikan.

Libatkan 30 UMKM dan Ribuan Pengunjung

Night Party Nagoya Lantern Festival tidak hanya menjadi perayaan Tahun Baru Imlek 2577, tetapi juga strategi aktivasi ruang publik berbasis kawasan. Festival menghadirkan instalasi lampion tematik, atraksi barongsai dan lion dance, peragaan busana spesial Imlek, serta bazar UMKM yang melibatkan 30 tenant dalam radius sekitar 200 meter.

Pada puncak acara, 16 Februari 2026, tercatat 1.584 pengunjung masuk melalui gerbang utama dengan estimasi total kunjungan mencapai sekitar 2.500 orang per malam. Selama lima hari, seluruh tenant melaporkan penjualan habis setiap malam.

Pengunjung tidak hanya berasal dari Batam dan daerah sekitar, tetapi juga wisatawan mancanegara seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Owner Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan kawasan jangka panjang. "Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa Nagoya memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Kami siap berkolaborasi untuk pengembangan jangka panjang kawasan," ungkapnya.

Kebangkitan Nagoya tersebut dinilai menjadi simbol transformasi Batam sebagai kota perdagangan, jasa, dan investasi yang semakin kompetitif di tingkat regional, setelah sebelumnya mengalami perlambatan akibat pandemi Covid-19.

Editor: Gokli