Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Presiden Prabowo Hadiri US-Indonesia Business Summit 2026, Agreement on Reciprocal Trade RI-AS Siap Ditandatangani
Oleh : Redaksi
Kamis | 19-02-2026 | 13:08 WIB
BS-RI-US.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri US-Indonesia Business Summit 2026 di Washington D.C., Rabu (18/2/2026). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menghadiri US-Indonesia Business Summit 2026 dalam rangka kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat. Forum bisnis tersebut digelar di Washington D.C., Rabu (18/2/2026), dan diselenggarakan oleh U.S. Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council, serta U.S.-Indonesia Society.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan dukungan kuat sektor swasta Amerika Serikat terhadap Pemerintah Indonesia, khususnya dalam memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi bilateral.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kunjungannya ke Amerika Serikat bertujuan menyelesaikan perjanjian perdagangan penting, yakni Agreement on Reciprocal Trade (ART). "Kunjungan ke Amerika ini untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan penting yang memiliki arti strategis bagi bisnis, investor, dan rantai pasok di kawasan Pasifik. Indonesia dan AS memilih kerja sama ekonomi yang lebih dalam, akses pasar yang lebih kuat, serta kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha," tegas Presiden Prabowo.

Tekankan Stabilitas dan Kepastian Investasi

Dalam forum yang dihadiri pimpinan perusahaan besar Amerika Serikat seperti Freeport-McMoRan, ExxonMobil, PepsiCo, Cargill, dan Caterpillar Inc., Presiden Prabowo menekankan pentingnya stabilitas, prediktabilitas, dan eksekusi kebijakan dalam menjaga kepercayaan investor.

"Sebagai Presiden, tanggung jawab saya sangat jelas. Saya harus memastikan stabilitas, prediktabilitas, dan eksekusi. Tanpa itu, kepercayaan akan melemah, dan dengan itu, investasi akan mengikuti. Fundamental ekonomi Indonesia kuat," ujarnya.

Kunjungan tersebut juga berkaitan dengan agenda The Inaugural Meeting of Board of Peace (BOP) sekaligus penyelesaian dan penandatanganan ART.

ART Jadi Tonggak Kerja Sama Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Amerika Serikat merupakan mitra strategis utama Indonesia dalam perdagangan dan investasi. Forum ini menjadi momentum untuk memperdalam kolaborasi sektor swasta kedua negara, terutama di bidang inovasi digital, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, mineral kritis, ketahanan rantai pasok, dan transisi energi.

Airlangga menambahkan bahwa perundingan ART telah tuntas dan kedua negara tengah mempersiapkan tahap penandatanganan serta implementasi. "Penyelesaian ART merupakan tonggak penting yang dicapai melalui perundingan intensif dan konstruktif. Kesepakatan ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menciptakan iklim usaha yang semakin terbuka, transparan, dan ramah investasi," ujar Airlangga.

Potensi MoU Capai USD 38,4 Miliar

Forum bisnis tersebut juga menghasilkan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan total potensi nilai sekitar USD 38,4 miliar. Komitmen investasi itu mencakup sektor pertanian senilai USD 2,5 miliar dan sektor industri sebesar USD35,9 miliar, termasuk kerja sama di bidang semikonduktor dan material industri strategis.

Kehadiran Presiden Prabowo dan antusiasme pelaku usaha Amerika Serikat dalam forum tersebut mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra ekonomi yang kredibel dan strategis.

Pemerintah berharap sinergi yang semakin erat antara sektor publik dan swasta kedua negara dapat memperluas investasi berkualitas, memperdalam integrasi dalam rantai pasok global, serta menciptakan lapangan kerja produktif dan berdaya saing tinggi demi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Gokli