Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Presiden Prabowo Tegaskan 30.000 Koperasi Merah Putih Jadi Fondasi Rantai Pasok Nasional di IEO 2026
Oleh : Redaksi
Senin | 16-02-2026 | 15:48 WIB
IEO-2026.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo Subianto, saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 pada 13 Februari 2026 di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta Selatan. (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi instrumen strategis pemerintah untuk memperkuat rantai pasok nasional, meningkatkan daya saing ekonomi lokal, serta mendorong efisiensi ekonomi yang berkeadilan hingga lapisan masyarakat terbawah.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam ajang Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia pada 13 Februari 2026 di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta Selatan.

Presiden mengungkapkan, pembangunan ekosistem Koperasi Merah Putih telah memasuki tahap kesiapan signifikan dengan hampir 30.000 unit koperasi yang segera berdiri. Setiap koperasi akan dilengkapi gudang, cold storage, gerai distribusi, fasilitas farmasi desa, klinik, serta layanan pembiayaan mikro.

"Koperasi Merah Putih yang akan kita bangun dan sudah mulai sebentar lagi. Yang koperasinya sudah hampir berdiri adalah 30 ribu koperasi, 30 ribu gudang. Setiap koperasi punya gudang, punya cold storage, punya gerai-gerai. Di situ akan ada farmasi desa murah, obat generik akan sampai, akan ada klinik desa, akan ada gerai untuk super micro financing, untuk membantu menghilangkan peran daripada rentenir," ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, keberadaan gudang dan cold storage di setiap koperasi akan memperpendek rantai distribusi komoditas pangan dan kebutuhan pokok. Skema ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada perantara sekaligus menekan harga di tingkat konsumen.

Dengan model tersebut, petani, peternak, dan nelayan dapat menyalurkan produknya langsung ke koperasi tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang. Pemerintah menilai langkah ini sejalan dengan upaya menekan ekonomi biaya tinggi dan memastikan nilai tambah ekonomi dinikmati produsen maupun konsumen.

Presiden juga menyatakan pemerintah akan mempermudah regulasi bagi daerah yang memiliki kapasitas ekspor agar dapat mengakses pasar internasional secara langsung. "Kalau dia mampu, kita akan permudah akses kepada ekspor. Dia bisa ekspor langsung. Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang boleh ekspor langsung. Kita akan permudah regulasi, supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar," tegasnya.

Selain memperkuat distribusi, KDKMP dirancang mendorong daya saing ekonomi lokal secara struktural. Kehadiran farmasi desa murah dan klinik akan membantu menekan beban biaya kesehatan masyarakat. Sementara fasilitas pembiayaan ultra-mikro di setiap koperasi ditujukan untuk mengurangi praktik rentenir yang membebani pelaku usaha kecil.

Presiden memastikan seluruh barang subsidi dapat diakses langsung masyarakat melalui KDKMP guna menutup celah penyelewengan distribusi. Adapun pendanaan program bersumber dari Dana Desa yang telah dialokasikan selama satu dekade terakhir.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyoroti efisiensi fiskal pemerintah yang mencapai lebih dari Rp 308 triliun atau setara sekitar 18 miliar dolar AS pada tahun pertama pemerintahan. Anggaran tersebut dialihkan dari belanja tidak produktif ke program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.

Presiden juga mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Investasi Danantara yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi hingga empat kali lipat dalam waktu kurang dari satu tahun. Ke depan, pemerintah menargetkan tingkat pengembalian aset (return on asset) di atas tujuh persen sebagai bagian dari pengelolaan aset negara yang produktif dan akuntabel.

Menutup sambutannya, Presiden menegaskan visi Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi seluruh pelaku ekonomi dari skala besar hingga ultra-mikro dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. "Kita terbuka untuk investasi dari mana pun, dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan. Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju, tarik yang kurang kuat. Yang kuat, tarik yang lemah," pungkas Presiden Prabowo.

Editor: Gokli