Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BI Kepri Siapkan Rp 2,9 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026, Penukaran via Aplikasi PINTAR
Oleh : Aldy
Sabtu | 14-02-2026 | 13:08 WIB
PINTAR1.jpg Honda-Batam
Peluncuran program SERAMBI di Gedung BI Kepri, Jumat (13/2/2026) sore. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan uang tunai sebesar Rp 2,9 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026.

Jumlah tersebut meningkat 38 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp 2,1 triliun. Layanan penukaran uang dilakukan secara resmi dan terjadwal melalui aplikasi PINTAR.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, menjelaskan bahwa secara nasional kebutuhan uang kartal pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026 diperkirakan mencapai Rp 185,6 triliun atau naik 15,1 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 161 triliun. Peningkatan tersebut dipengaruhi tren kenaikan permintaan uang tunai, pertumbuhan ekonomi yang membaik, serta meningkatnya mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran.

Di wilayah Kepulauan Riau yang mencakup tujuh kabupaten/kota, kebutuhan uang kartal juga meningkat 16 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp 2,5 triliun. Khusus layanan penukaran uang, BI Kepri menyiapkan dana Rp 94,2 miliar atau melonjak 165,35 persen dibandingkan realisasi penukaran 2025 sebesar Rp 35,5 miliar.

Rony menegaskan, peningkatan kebutuhan uang tunai telah diantisipasi melalui perencanaan matang serta koordinasi dengan perbankan. Ia memastikan ketersediaan uang kartal di seluruh wilayah Kepulauan Riau dalam jumlah cukup, pecahan sesuai kebutuhan, serta kondisi layak edar.

"Kenaikan kebutuhan hingga 38 persen dibandingkan tahun lalu sudah kami perhitungkan berdasarkan tren historis, proyeksi pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan mobilitas masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri," ujarnya usai membuka program SERAMBI di Gedung BI Kepri, Jumat (13/2/2026) sore.

Ia menambahkan, layanan penukaran uang akan dilakukan melalui kas keliling di tempat ibadah, layanan penukaran terpadu bersama perbankan, loket-loket bank, serta layanan bagi pemangku kepentingan utama. Masyarakat diimbau menukarkan uang di lokasi resmi untuk menghindari risiko peredaran uang palsu serta memastikan layanan tanpa biaya tambahan.

"Kami mengimbau masyarakat melakukan pemesanan penukaran melalui aplikasi PINTAR dan menukarkan uang di lokasi resmi yang telah ditetapkan. Selain aman dari risiko uang palsu, layanan ini juga tidak dipungut biaya," tegasnya.

Dalam rangka menjaga kelancaran distribusi uang selama Ramadan dan Idulfitri, BI juga menjalankan program SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri). Program ini meliputi pemenuhan kebutuhan uang layak edar, penyediaan layanan kas optimal, serta edukasi masyarakat melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

"Rupiah bukan sekadar alat transaksi, tetapi bagian dari kebersamaan dan keberkahan di bulan suci. Melalui SERAMBI 2026, kami ingin memastikan rupiah hadir memberi makna di setiap momen Ramadan hingga Idulfitri," tutup Rony.

Editor: Gokli