Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Didukung Kemenkes, RSBP Batam Perkuat Layanan Jantung dan Status Rumah Sakit Pendidikan
Oleh : Redaksi/Alex
Senin | 09-02-2026 | 09:08 WIB
Wamenkes-BP.jpg Honda-Batam
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, bersama Direktur RSBP Batam, dr Tanto Budiharto, dan jajaran, saat audensi dengan Wamenkes RI, dr Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Jakarta. (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Manajemen Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) bersama Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Jakarta.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman antara BP Batam dan Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 sekaligus upaya memperkuat peran RSBP Batam dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.

Audiensi dipimpin Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, yang hadir bersama Direktur RSBP Batam, dr Tanto Budiharto, SpJP; Wakil Direktur Keuangan dan Umum Evi Elfiana Br Bangun; Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr Muhammad Yanto; Kepala Satuan Penjaminan Mutu Feri Nawa Pamungkas; serta jajaran manajemen dan staf teknis.

Ariastuty menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong transformasi layanan di RSBP Batam. "Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan RSBP Batam berkembang sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan yang mampu mendukung program prioritas kesehatan nasional," ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, BP Batam dan RSBP Batam mengajukan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) prioritas kepada Kementerian Kesehatan. Usulan itu meliputi penguatan RSBP Batam sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit pengampu, serta pengembangan layanan prioritas nasional Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).

Transformasi tersebut juga diarahkan untuk memperluas fungsi RSBP Batam, yang sebelumnya berfokus sebagai rumah sakit penunjang investasi menjadi rumah sakit pendidikan, termasuk penyelenggaraan program fellowship bagi tenaga medis.

Selain itu, RSBP Batam menyatakan kesiapan menghadapi akreditasi Paripurna dengan meningkatkan sarana dan prasarana layanan unggulan, khususnya di bidang kardiovaskular. Rumah sakit tersebut juga memaparkan rencana pengembangan layanan baru, salah satunya layanan hiperbarik, yang akan diajukan melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan.

"Pengembangan RSBP Batam kami arahkan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus mendukung daya saing Batam sebagai pusat layanan kesehatan di Indonesia," kata Ariastuty.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benyamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya pemerataan layanan penyakit jantung di luar Pulau Jawa. "Penguatan layanan jantung di daerah merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan," ujarnya.

Ia juga menyatakan dukungan secara prinsip terhadap rencana pengembangan layanan jantung di RSBP Batam, mengingat kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki rumah sakit tersebut. "Penguatan fasilitas kesehatan idealnya diberikan kepada rumah sakit yang telah siap dari sisi tenaga medis dan tata kelola layanan," katanya.

Dalam konteks regional, Benyamin menilai Batam memiliki posisi strategis sebagai tujuan layanan kesehatan sekaligus wisata medis di Kepulauan Riau, seiring pertumbuhan fasilitas kesehatan yang pesat. Ia menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pengembangan layanan kesehatan berjalan seimbang dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut audiensi, BP Batam dan RSBP Batam akan menyiapkan usulan teknis lanjutan kepada Kementerian Kesehatan RI serta menjadwalkan pertemuan berikutnya guna mempercepat realisasi kerja sama strategis yang telah dibahas.

Editor: Gokli