Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Sosialisasikan Pengamanan Obvitnas dan Jalur Pipa BBM di Medan
Oleh : Aldy
Sabtu | 07-02-2026 | 11:08 WIB
sos-pipa-medan.jpg Honda-Batam
Fuel Terminal Medan kembali menggelar sosialisasi pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) serta keselamatan di sekitar jalur pipa Bahan Bakar Minyak (BBM) di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Kamis (5/2/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Medan - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Fuel Terminal Medan kembali menggelar sosialisasi pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) serta keselamatan di sekitar jalur pipa Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Kamis (5/2/2026), setelah sebelumnya dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Pekan Labuhan pada 3 Februari 2026.

Kegiatan ini dihadiri Camat Medan Belawan, Lurah Belawan Bahari, Lurah Bagan Deli, Lurah Pekan Labuhan, para kepala lingkungan, masyarakat setempat, serta unsur aparat dan instansi terkait, seperti Polsek Medan Belawan, Koramil 09 Belawan, Pos TNI AL Belawan, Polres Pelabuhan Belawan, dan Dinas Pemadam Kebakaran Belawan.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi risiko di sekitar jalur pipa BBM sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga infrastruktur strategis negara. Kegiatan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa pengamanan objek vital nasional membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk masyarakat.

"Pengamanan objek vital nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan dan aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami potensi risiko di sekitar jalur pipa BBM sekaligus mengetahui langkah yang perlu dilakukan apabila menemukan indikasi gangguan maupun kondisi darurat," ujar Fahrougi.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi dan komunikasi yang cepat menjadi kunci menjaga keandalan distribusi energi. "Kami mendorong masyarakat untuk tidak ragu melapor melalui saluran resmi yang telah disediakan. Sinergi antara Pertamina, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga keselamatan lingkungan serta keberlanjutan penyaluran energi bagi masyarakat luas," tambahnya.

Menurut Fahrougi, pengamanan jalur pipa dan objek vital nasional juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi di wilayah Sumbagut. Keandalan distribusi energi, kata dia, tidak hanya ditentukan kesiapan infrastruktur, tetapi juga kondisi lingkungan yang aman dan kondusif.

"Fuel Terminal Medan merupakan salah satu simpul distribusi energi strategis di wilayah Sumbagut. Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat langkah preventif melalui sosialisasi kepada masyarakat, patroli pengamanan terpadu bersama aparat, serta peningkatan koordinasi lintas sektor agar penyaluran energi berlangsung aman, lancar, dan berkelanjutan," jelasnya.

Sementara itu, Pjs Fuel Terminal Manager Medan, Ricky Haryanto, menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Ia menyebut Fuel Terminal Medan memiliki peran vital dalam mendukung distribusi energi di Sumatera Utara dan sebagian wilayah Aceh.

"Keberadaan objek vital nasional ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Dukungan masyarakat sekitar sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan jalur pipa agar distribusi energi tetap lancar serta keselamatan lingkungan bersama dapat terjaga," kata Ricky.

Dalam pemaparan materi, disampaikan bahwa jalur pipa distribusi BBM melintasi sejumlah kawasan padat penduduk, seperti Kelurahan Bagan Deli, Belawan Bahari, dan Pekan Labuhan. Gangguan terhadap jalur pipa, baik akibat kebakaran, sabotase, maupun aktivitas ilegal seperti pencurian BBM, dinilai berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, menghambat distribusi energi, serta membahayakan keselamatan masyarakat.

Perwakilan warga Lingkungan 11 Kelurahan Belawan Bahari, Rina, mengapresiasi langkah pengamanan yang telah dilakukan. "Kami berterima kasih atas perhatian dan pengamanan yang dilakukan. Kehadiran personel keamanan membuat lingkungan kami lebih aman. Kami berharap pengamanan ini dapat terus dipertahankan," ujarnya.

Fuel Terminal Medan juga menyediakan saluran komunikasi darurat bagi masyarakat. Warga diimbau segera melapor apabila menemukan indikasi gangguan melalui layanan Emergency Call/WhatsApp di nomor 0822 8209 0044. Setiap tindakan ilegal yang mengancam keamanan jalur pipa akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Melalui rangkaian sosialisasi di wilayah Pekan Labuhan dan Medan Belawan, Pertamina Patra Niaga berharap tercipta lingkungan yang aman serta terjaganya keandalan distribusi energi nasional secara berkelanjutan.

Editor: Gokli