Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RI-AS Perkuat Kerja Sama Pertanian, Targetkan Pembelian Komoditas hingga USD 4,5 Miliar untuk Industri Domestik
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 06-02-2026 | 13:08 WIB
RI-AS4.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, dalam pertemuan dengan Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs Departemen Pertanian AS (USDA) Luke J Lindberg dan delegasi eksportir pertanian AS di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat terus memperkuat hubungan ekonomi bilateral, khususnya di sektor pertanian, melalui proses negosiasi Perjanjian Perdagangan Resiprokal guna menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara. Indonesia berkomitmen meningkatkan pembelian sejumlah produk pertanian asal AS sebagai bahan baku industri dalam negeri.

Komitmen tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani entitas bisnis kedua negara pada Juli 2025. Kesepakatan mencakup lima komoditas utama, yakni kedelai, bungkil kedelai, gandum, kapas, dan jagung yang dibutuhkan industri nasional dan belum diproduksi secara memadai di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pelaku usaha Indonesia menunjukkan minat untuk melanjutkan perdagangan dengan AS, tidak hanya di sektor pangan, tetapi juga komoditas penting bagi industri.

"Dari sisi para pengusaha Indonesia juga tertarik melanjutkan perdagangan, tidak hanya komoditas pertanian atau pangan, tetapi juga komoditas lain yang penting bagi industri seperti kapas dan beberapa lainnya," ujar Airlangga dalam pertemuan dengan Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs Departemen Pertanian AS (USDA) Luke J Lindberg dan delegasi eksportir pertanian AS di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Airlangga menambahkan, perdagangan dengan AS memiliki peran strategis bagi Indonesia. Pemerintah menargetkan pembelian produk pertanian dari AS sekitar USD 4,5 miliar.

"Kami mendorong kemajuan perjanjian dagang ini karena akan membuka peluang investasi. Indonesia membutuhkan modal dan teknologi yang dibawa investor AS," katanya.

Sementara itu, USDA menggelar misi dagang ke Jakarta pada 2-6 Februari 2026 guna memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor pertanian AS. Delegasi dipimpin oleh Luke J Lindberg dengan agenda pengarahan pasar, kunjungan lapangan, serta pertemuan business-to-business dengan pembeli dari Indonesia, Malaysia, dan Timor-Leste.

Lindberg menilai Indonesia sebagai mitra strategis bagi sektor pertanian AS. "Saya belum mendengar dari para petani kami tentang pasar lain yang lebih mereka sukai untuk diajak bermitra selain Indonesia," ujar Lindberg.

Ia menyebut antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran 21 perusahaan agribisnis AS, 20 organisasi industri, serta enam departemen pertanian negara bagian AS dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja sama pertanian diharapkan memperkuat ketahanan pangan jangka panjang bagi kedua negara.

"Saya yakin banyak perusahaan ingin melihat kesepakatan dan transaksi terjadi di bawah perjanjian baru ini, sekaligus membangun hubungan pembeli-penjual jangka panjang," pungkasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah Indonesia dan AS, termasuk perwakilan Kedutaan Besar AS di Indonesia, Kementerian Pertanian, serta pelaku industri pertanian, perkebunan, peternakan, dan tekstil dari kedua negara.

Editor: Gokli