Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Perkuat Reformasi Pasar Modal, Targetkan Integritas Pasar dan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Oleh : Redaksi
Kamis | 05-02-2026 | 12:08 WIB
Jubir-Haryo.jpg Honda-Batam
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto. (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya melanjutkan reformasi pasar modal nasional sekaligus memperkuat penegakan hukum guna menjaga integritas pasar dan memperkokoh fondasi perekonomian nasional.

Langkah tersebut ditempuh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan investor serta menciptakan ekosistem investasi yang transparan dan berdaya saing.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa reformasi yang dilakukan tidak semata dipengaruhi penilaian lembaga indeks global, melainkan merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Pernyataan itu sejalan dengan pandangan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam wawancara bersama South China Morning Post, Selasa (3/2/2026).

"Ini bukan hanya tentang pasar modal. Integritas pasar adalah cerminan dari seluruh perekonomian, oleh karena itu Pemerintah mengambil tindakan cepat dan terukur dalam merespons perkembangan terkini pasar modal," ujar Haryo dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).

Sejumlah langkah reformasi yang telah diumumkan pemerintah antara lain rencana peningkatan porsi saham beredar bebas (free float) minimum menjadi 15 persen, penguatan transparansi, serta optimalisasi peran investor institusional domestik seperti dana pensiun dan perusahaan asuransi. Pemerintah juga membuka peluang keterlibatan Danantara sebagai sovereign wealth fund untuk menjaga stabilitas pasar.

Selain itu, pemerintah berencana memperketat regulasi pasar modal guna menekan praktik yang berpotensi merusak kepercayaan investor. Penegakan hukum akan dilakukan terhadap pihak yang terbukti melanggar peraturan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepastian hukum, dan proses yang objektif.

"Melalui langkah reformasi yang komprehensif dan terukur, Pemerintah optimistis kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia akan terus meningkat," kata Haryo.

Pemerintah juga menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 dinilai realistis dengan dukungan peningkatan investasi, penyelesaian perjanjian perdagangan internasional, serta implementasi program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diharapkan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja.

Sektor manufaktur, digitalisasi, dan transportasi diproyeksikan menjadi penggerak utama investasi langsung asing. Pemerintah juga mendorong pengembangan industri strategis, seperti ekosistem semikonduktor, melalui kemitraan dengan pelaku industri global.

Di sisi lain, berbagai perjanjian perdagangan dan kemitraan ekonomi terus diperluas guna meningkatkan akses pasar dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global. Upaya tersebut dibarengi penguatan fundamental ekonomi domestik dan disiplin fiskal untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Editor: Gokli