Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Karantina Kepri Fasilitasi Ekspor Ikan Hidup Senilai Rp 861 Juta dari Natuna ke Hong Kong
Oleh : Aldy
Selasa | 03-02-2026 | 10:28 WIB
ekspor-natuna.jpg Honda-Batam
Ekspor perdana sebanyak 8,3 ton ikan hidup asal Natuna ke Hong Kong pada awal 2026. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Natuna - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Kepulauan Riau memfasilitasi ekspor perdana ikan hidup asal Natuna ke Hong Kong pada awal 2026. Sebanyak 8,3 ton ikan hidup bernilai ekonomi tinggi dengan total nilai mencapai Rp 861 juta berhasil diberangkatkan setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan karantina.

Komoditas perikanan yang diekspor terdiri atas berbagai jenis ikan bernilai jual tinggi, di antaranya kerapu sunu sebanyak 1.320 ekor, kerapu cantang 1.222 ekor, kerapu cantik 1.150 ekor, kerapu macan 1.050 ekor, kerapu bakau 1.010 ekor, jenis kerapu lainnya sebanyak 2.153 ekor, serta ikan kakaktua sebanyak 421 ekor.

Kepala Karantina Kepulauan Riau, Hasim, menjelaskan bahwa seluruh proses ekspor diawali dengan pemeriksaan administratif terhadap dokumen yang diajukan oleh pengguna jasa melalui aplikasi Best Trust.

"Pemeriksaan dilakukan dengan memastikan kelengkapan dokumen, mulai dari packing list hingga invoice. Setelah dinyatakan lengkap dan sesuai, barulah dilakukan pemeriksaan fisik terhadap media pembawa," ujar Hasim, Senin (2/2/2026).

Hasim menambahkan, petugas karantina kemudian melakukan pemeriksaan langsung terhadap ikan hidup yang akan diekspor, termasuk pengecekan kondisi fisik dan pengujian kesehatan di laboratorium. "Berdasarkan hasil pemeriksaan, ikan dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit. Selanjutnya, sertifikat kesehatan ikan diterbitkan sebagai salah satu persyaratan utama pengiriman ke luar negeri," katanya.

Menurut Hasim, peran pengawasan karantina sangat penting dalam menjaga kepercayaan negara tujuan ekspor. Hong Kong diketahui menerapkan standar yang ketat terhadap produk perikanan impor, sehingga jaminan kesehatan dan mutu menjadi faktor utama kelancaran ekspor.

"Kehadiran Karantina Kepulauan Riau di Natuna kami harapkan dapat terus memastikan keamanan dan kualitas produk perikanan, sekaligus mendorong potensi kelautan Natuna agar mampu bersaing di pasar internasional," pungkasnya.

Editor: Gokli