Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pascademo di BP Batam, Air Bersih Mulai Mengalir ke Tanjung Sengkuang Meski Belum Merata
Oleh : Aldy
Sabtu | 24-01-2026 | 14:08 WIB
air-netes1.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Batam - Setelah berbulan-bulan mengalami krisis air bersih, sebagian warga di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, mulai merasakan aliran air ke rumah mereka. Aliran tersebut terjadi setelah aksi unjuk rasa warga di kantor BP Batam pada Kamis (22/1/2026), meski distribusinya masih terbatas dan belum merata.

Berdasarkan pantauan warga, air bersih mulai mengalir pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB. Namun, debit air terbilang kecil dan hanya dapat dinikmati oleh sebagian rumah, termasuk di kawasan Perumahan GMP, Tanjung Sengkuang.

Seorang warga Perumahan GMP, Damri, menyampaikan rasa syukurnya meski aliran air yang diterima masih sangat terbatas. Ia menuturkan, selama beberapa bulan terakhir warga hanya mengandalkan pasokan air tangki dari pengelola air bersih Batam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Mengalir memang tadi malam, tapi kecil dan tidak merata. Di GMP saja ada dua RW, dan tidak semuanya kebagian," ujar Damri saat dihubungi, Sabtu (25/1/2026).

Damri menjelaskan, berdasarkan informasi yang beredar di kelompok komunikasi warga, masih banyak rumah yang belum mendapatkan aliran air bersih sama sekali. Sebagian warga memang menerima aliran air, namun dengan tekanan yang sangat rendah.

"Alirannya kecil sekali, tapi tetap kami syukuri. Sampai pagi tadi masih banyak warga yang melaporkan belum mendapat air sama sekali," katanya.

Ia menambahkan, waktu mengalirnya air yang hanya terjadi pada malam hingga dini hari justru menyulitkan aktivitas rumah tangga warga. Pasalnya, kebutuhan air bersih terbesar umumnya terjadi pada pagi dan sore hari.

"Kebutuhan air paling besar itu pagi dan sore. Jadi kami terpaksa begadang untuk menampung air. Melihat air mengalir sedikit saja rasanya seperti mendapat anugerah besar," ungkap Damri.

Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kawasan permukiman lain di Kelurahan Tanjung Sengkuang. Meski air mulai mengalir pada jam yang sama, distribusinya belum menjangkau seluruh wilayah. "Secara umum di Tanjung Sengkuang memang ada aliran air, tetapi belum merata dan debitnya kecil. Masih banyak titik yang tetap kering," pungkasnya.

Editor: Gokli