Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Didukung SDM Terampil dan Kawasan Industri, Faktor Utama Sentra Industri Fashion Dibangun di Bintan
Oleh : Harjo
Kamis | 22-01-2026 | 11:28 WIB
2201_Industri-Fashion-Bintan.jpg Honda-Batam
Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian RI, Reni Yanita, saat meresmikan operasi Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam, Bintan, Rabu (21/1/2026). (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pemerintah pusat meresmikan dua gedung Sentra Industri Fashion di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (21/1/2026). Peresmian gedung pelayanan dan gedung produksi tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, Reni Yanita.

Reni Yanita menjelaskan, Sentra Industri Fashion dibangun di Bintan dengan pertimbangan utama ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang terampil di bidang jahit-menjahit serta dukungan lingkungan kawasan industri dan pariwisata yang kuat. Faktor tersebut dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan operasional sentra ke depan.

"Sentra ini dibangun di Bintan karena SDM jahitnya terampil dan didukung oleh keberadaan kawasan industri serta pariwisata. Harapannya, kebutuhan seperti seragam tenaga kerja di kawasan industri dapat dipesan dan diproduksi langsung di sentra ini," ujar Reni Yanita.

Ia menyampaikan, pembangunan Sentra Industri Fashion di Bintan menelan anggaran total sebesar Rp 19 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2024 dan 2025. Anggaran tersebut dialokasikan sebesar Rp 16 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp 3 miliar untuk kegiatan nonfisik.

"Penganggaran Sentra Industri Fashion di Bintan melalui Dana Alokasi Khusus pada 2024 dan 2025, dengan alokasi Rp 16 miliar untuk fisik dan Rp 3 miliar untuk nonfisik, sehingga totalnya Rp 19 miliar yang dikucurkan oleh pemerintah pusat," jelasnya.

Menurut Reni, sentra industri membutuhkan biaya operasional yang cukup besar sehingga harus didukung oleh sumber pemasukan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, keterkaitan dengan aktivitas industri dan sektor pariwisata di Bintan menjadi keunggulan tersendiri agar sentra mampu beroperasi secara mandiri.

Ia menambahkan, setelah pembangunan gedung dan seluruh sarana prasarana dinyatakan lengkap, pemerintah pusat akan memasuki tahap evaluasi pada 2026. Pada tahap tersebut, tidak akan ada lagi tambahan anggaran dari pemerintah pusat.

"Setelah sarana dan prasarana lengkap, tahun 2026 masuk tahap evaluasi dan tidak ada lagi kucuran dana dari pusat," katanya.

Reni juga mengungkapkan bahwa realisasi penyerapan anggaran nonfisik sebelumnya tercatat sekitar 88 persen dari total dana yang telah dicairkan. Kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan efektivitas pemanfaatan anggaran.

"Apakah anggaran yang dibutuhkan memang hanya sebesar itu atau ada faktor lain, semuanya akan kami evaluasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Reni menegaskan bahwa pembangunan Sentra Industri Fashion di Bintan merupakan tindak lanjut dari proposal yang diajukan oleh pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. "Semua kembali pada proposal yang diajukan. Jika proposal tidak memenuhi persyaratan, tentu tidak akan diakomodasi oleh pemerintah pusat," tegasnya.

Peresmian gedung pelayanan dan produksi Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam turut dihadiri Wakil Bupati Bintan Debby Maryanti, Ketua TP PKK Bintan, perwakilan TNI dan Polri, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Editor: Gokli