Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Perkuat Kerja Sama Kesehatan Digital dan AI Medis dengan Tiongkok
Oleh : Redaksi
Selasa | 20-01-2026 | 13:48 WIB
dr-Benjamin.jpg Honda-Batam
Wamenkes dr Benjamin Paulus Octavius, saat kunjungan kerja ke Tiongkok guna memperkuat kolaborasi bilateral di bidang kesehatan digital, kecerdasan artifisial (AI) medis, riset kesehatan, serta standardisasi dan pengembangan industri alat kesehatan. (Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr Benjamin Paulus Octavius, melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok guna memperkuat kolaborasi bilateral di bidang kesehatan digital, kecerdasan artifisial (AI) medis, riset kesehatan, serta standardisasi dan pengembangan industri alat kesehatan.

Kunjungan yang berlangsung di sejumlah kota, yakni Xuzhou, Hefei, dan Hangzhou, ditandai dengan penandatanganan Tripartite Memorandum of Agreement (MoA) antara Xuzhou Medical University (XZMU), Kementerian Kesehatan RI, dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Kerja sama tersebut mencakup pembentukan Laboratorium Bersama China–Indonesia di bidang Digital Medicine dan Proactive Health.

Wakil Menteri Kesehatan menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional melalui penguatan riset serta pemanfaatan teknologi digital yang aman dan terstandar. "Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan sistem kesehatan digital dan penerapan AI medis yang berorientasi pada peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat," ujar dr Benjamin, Minggu (18/1/2026).

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Indonesia juga meninjau langsung penerapan teknologi AI pada layanan kesehatan primer di Tiongkok, serta pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Tes Cepat Molekuler (TCM). Pemerintah Indonesia, kata Wamenkes, mendorong terjadinya alih teknologi dan penguatan industri alat kesehatan dalam negeri, termasuk rencana pengembangan fasilitas produksi TCM di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa setiap bentuk kerja sama internasional di sektor kesehatan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip alih teknologi, penguatan kapasitas nasional, serta perlindungan dan kedaulatan data kesehatan. "Kami memastikan seluruh kolaborasi dilakukan secara aman, terstandar, dan tetap menjaga kedaulatan data kesehatan nasional," tegasnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok di bidang kesehatan, tetapi juga mendukung prioritas nasional, termasuk percepatan eliminasi tuberkulosis serta penguatan layanan kesehatan primer di Tanah Air.

Editor: Gokli