Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pariwisata Bangkit Kuat, Pemerintah Targetkan 17,6 Juta Wisman dan Kontribusi PDB hingga 4,7 Persen pada 2026
Oleh : Redaksi
Kamis | 15-01-2026 | 09:08 WIB
pariwisata-2026.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers usai Rapat Koordinasi Kepariwisataan di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (12/1/2026). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Sektor pariwisata nasional menunjukkan tren pemulihan yang sangat kuat. Hingga kuartal III-2025, kontribusi pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat mencapai 3,96 persen, dengan perolehan devisa sebesar USD 13,82 miliar dan penyerapan tenaga kerja mencapai 25,91 juta orang.

Selain itu, hingga November 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat sebanyak 13,98 juta kunjungan. Pada periode kuartal III-2025, rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai USD1.259. Wisman terbanyak berasal dari Malaysia (17,3 persen), Australia (11,3 persen), Singapura (10,5 persen), dan Tiongkok (8,8 persen).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah dalam menetapkan target pariwisata tahun 2026. Menurutnya, target kunjungan wisman pada akhir 2025 yang diproyeksikan mencapai 15 juta kunjungan telah terealisasi.

"Memasuki tahun 2026, target kunjungan wisman ditetapkan sebesar 16 hingga 17,6 juta kunjungan. Pendapatan devisa diperkirakan berada pada kisaran Rp22 hingga Rp 24,7 miliar, sementara kontribusi terhadap PDB dapat meningkat menjadi 4,5 hingga 4,7 persen," ujar Airlangga dalam jumpa pers usai Rapat Koordinasi Kepariwisataan di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (12/1/2026).

Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah menyepakati sejumlah pilar utama penguatan sektor pariwisata. Salah satunya adalah percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas, termasuk mendorong koneksi antarabandara yang sudah beroperasi dengan bandara baru, serta penguatan program kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya di destinasi prioritas.

Pemerintah juga akan melakukan penyederhanaan akses masuk wisman melalui evaluasi kebijakan visa kunjungan. Selain itu, transformasi tata kelola dan digitalisasi pariwisata akan dilakukan dengan memperbaiki ekosistem penyelenggaraan kegiatan atau event di daerah melalui sistem perizinan terintegrasi serta penguatan standar keselamatan, termasuk penyediaan asuransi pariwisata.

Di bidang sumber daya manusia dan pembiayaan, pemerintah menargetkan peningkatan daya saing tenaga kerja pariwisata melalui program upskilling dengan sasaran 400 ribu orang per tahun. Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan berkelanjutan melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF) serta pemberian insentif pajak PPh Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi tenaga kerja pariwisata pada periode 2025-2026.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, Airlangga menambahkan bahwa pemerintah juga diminta menyiapkan berbagai program pendukung, termasuk kebijakan yang telah diterapkan pada masa Lebaran sebelumnya. "Menjelang Lebaran, kita diminta mempersiapkan program seperti diskon tiket transportasi, diskon belanja, dan berbagai insentif lainnya. Termasuk pembahasan fasilitas visa yang nantinya akan dilaporkan kepada Presiden. Secara keseluruhan, dengan melihat capaian tahun 2025, seluruh kementerian dan lembaga optimistis target pariwisata 2026 dapat tercapai," pungkas Airlangga.

Rapat Koordinasi Kepariwisataan tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Menteri Pariwisata, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Wakil Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Perhubungan, serta Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian.

Editor: Gokli