Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Segera Terwujud, Jodoh Disiapkan Jadi Ikon Wisata Belanja Kota Batam
Oleh : Redaksi/Alex
Sabtu | 10-01-2026 | 12:08 WIB
kawasan-jodoh.jpg Honda-Batam
Wamen Koperasi dan UMKM RI, Helvi Yuvi Moraza, didampingi sejumlah Anggota/Deputi BP Batam, saat meninjau kawasan Jodoh Boulevard, Jumat (9/1/2026). (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Upaya menjadikan kawasan Jodoh sebagai pusat ikon wisata belanja Kota Batam terus dimatangkan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui pengembangan kawasan Wilayah Penataan dan Pengembangan Prioritas New Nagoya.

Konsep wisata berbasis walkable city yang diusung diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan Nagoya sebagai destinasi unggulan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pengembangan New Nagoya dirancang sebagai kawasan ramah pejalan kaki yang menitikberatkan pada penataan jalur pedestrian, parkir, serta manajemen lalu lintas. Konsep tersebut diharapkan menciptakan ruang publik yang hidup dan terintegrasi dengan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dukungan terhadap pengembangan kawasan ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Koperasi dan UMKM RI, Helvi Yuvi Moraza, saat meninjau kawasan Jodoh Boulevard, Jumat (9/1/2026). "Kami berharap upaya mengembalikan Jodoh sebagai pusat ikon wisata belanja di Kota Batam dapat segera terlaksana. Dengan konsep baru ini, peran UMKM dalam pembangunan ekonomi Batam juga akan semakin kuat," ujar Helvi.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa pengembangan New Nagoya merupakan bagian dari visi Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dalam membangun pariwisata Batam berbasis walkable city.

Menurut Mouris, kawasan New Nagoya akan dibangun dengan jalur pedestrian sepanjang kurang lebih 4,7 kilometer. Jalur tersebut akan terintegrasi mulai dari Pelabuhan Harbour Bay sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia, hingga kawasan Nagoya City Walk, Grand Batam Mall, dan Jalan Taman Kota yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Pakuwon Mall.

"Konsep ini bertujuan menghidupkan kembali Nagoya sebagai pusat aktivitas wisata, ekonomi, dan UMKM yang ramah bagi pejalan kaki," kata Mouris.

Ia menambahkan, pengembangan kawasan dimulai dari Pelabuhan Harbour Bay dengan harapan dapat menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung dan berbelanja di kawasan Nagoya secara berkelanjutan. "Kita mulai dari Harbour Bay agar wisatawan dari Singapura dan Malaysia dapat langsung menikmati kawasan wisata dan turut menggerakkan perekonomian lokal," ujarnya.

BP Batam juga melihat momentum perayaan hari besar keagamaan seperti Imlek dan Idulfitri sebagai langkah awal dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan wisata New Nagoya. Namun, penataan UMKM di sepanjang Jodoh Boulevard menjadi perhatian utama agar kawasan tersebut tertata rapi dan nyaman.

"Jika kawasan ini dapat ditata dengan baik, akan muncul semangat baru bagi perekonomian di wilayah Jodoh. Toko-toko akan mulai berbenah dan pelaku usaha dapat mengembangkan usaha yang saling terintegrasi," pungkas Mouris.

Melalui pengembangan New Nagoya, BP Batam optimistis kawasan Jodoh dapat kembali menjadi ikon wisata belanja yang mampu menggerakkan pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi berbasis UMKM di Kota Batam.

Editor: Gokli