Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Revitalisasi Kawasan Jodoh Jadi Ikon Wisata Belanja, UMKM Dipastikan Tetap Bertahan
Oleh : Aldy Daeng
Jumat | 09-01-2026 | 14:48 WIB
tata-jodoh.jpg Honda-Batam
Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, saat meninjau langsung kawasan Tanjung Pantun di Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Jumat (9/1/2025). (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai mematangkan rencana penataan kawasan bisnis bersejarah Tanjung Pantun, Jodoh, sebagai ikon wisata belanja baru Kota Batam.

Penataan ini ditegaskan bukan penggusuran, melainkan revitalisasi kawasan dengan tetap menjaga nilai sejarah Pasar Jodoh serta keberlangsungan pelaku UMKM yang telah puluhan tahun beraktivitas di lokasi tersebut.

Komitmen tersebut mengemuka saat Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Yuni Moraza, meninjau langsung kawasan Tanjung Pantun, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Jumat (9/1/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari rencana besar penataan kawasan New Nagoya yang tengah disiapkan BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam.

Dalam kunjungan tersebut, Helvi didampingi Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam Salim, serta sejumlah perwakilan instansi terkait.

Helvi juga berdialog langsung dengan warga dan pedagang setempat. Salah satunya Harsono, warga yang telah bermukim dan berdagang di kawasan Jodoh sejak 1986. Ia berharap penataan dilakukan secara adil dengan pendataan pedagang yang benar-benar menggantungkan penghidupan di kawasan tersebut.

"Kami mendukung pemerintah, tetapi penataannya harus tepat sasaran. Pedagangnya didata dengan jelas. Kami juga mendengar kawasan lain seperti Nagoya Citywalk, Tanjung Uma, dan Harbourbay akan ditata," ujar Harsono.

Menanggapi hal itu, Helvi menegaskan bahwa kunjungannya merupakan bentuk dukungan konkret Kementerian UMKM terhadap rencana menjadikan Batam sebagai pusat perdagangan dan destinasi wisata belanja nasional. Menurutnya, kawasan Jodoh memiliki nilai strategis sekaligus historis yang harus tetap dilestarikan.

"Kami mendukung penuh upaya BP Batam dan Pemko Batam menjadikan Batam sebagai pusat investasi dan wisata belanja tanpa menghilangkan budaya serta sejarah. Kawasan Jodoh ini memiliki peran penting," kata Helvi.

Ia menegaskan, revitalisasi kawasan tidak boleh dimaknai sebagai penggusuran. Para pedagang dan pelaku UMKM tetap berada di lokasi yang sama, namun dengan pengelolaan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pengunjung.

"Revitalisasi bukan penggusuran. Pedagang tetap di sini, tetapi kawasan kita tata agar lebih rapi, menarik, dan mendukung pertumbuhan UMKM," tegasnya.

Helvi juga menekankan pentingnya dialog dan sosialisasi sejak awal. Pemerintah, lanjutnya, akan mengundang para pedagang untuk membahas bersama konsep penataan, skema pembiayaan, serta pendampingan usaha. "Skema pembiayaan sudah tersedia, mulai dari ultra mikro hingga mikro. Untuk usaha kuliner misalnya, pembiayaan ultra mikro bisa di bawah Rp 15 juta. Semua akan kita bicarakan bersama agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan," ujarnya.

Selain itu, Helvi mengingatkan agar penataan kawasan Jodoh tetap mempertahankan nilai heritage. Sejarah Pasar Jodoh sebagai bagian dari perkembangan awal Batam, menurutnya, tidak boleh hilang akibat pembangunan.

"Ada nilai sejarah yang harus dipertahankan. Kita hanya memberi sentuhan agar kawasan ini lebih rapi dan nyaman, dengan konsep seperti kota belanja, namun tetap berorientasi pada pelestarian," katanya.

Sementara itu, Deputi Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto menegaskan bahwa penataan kawasan Jodoh masih berada pada tahap awal dan belum mengarah pada penertiban pedagang kaki lima. "Untuk penertiban PKL belum sampai ke tahap itu. Saat ini masih tahap inisiasi dan akan melibatkan APKLI. Prinsipnya, kita bekerja bertahap dan nyata," ujar Mouris.

Mouris mengakui pendataan jumlah pedagang masih terus dilakukan. Namun, kehadiran Wakil Menteri UMKM disebutnya sebagai sinyal kuat bahwa penataan kawasan Jodoh akan dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

"Kehadiran Pak Wamen menunjukkan keseriusan pemerintah. Namun, tentu tidak bisa dikerjakan sendiri, seluruh pemangku kepentingan harus terlibat," tegasnya.

Ke depan, kawasan Tanjung Pantun Jodoh direncanakan ditata menyerupai pedestrian mall terbuka dengan zonasi khusus kuliner, pakaian, dan oleh-oleh. Fasilitas parkir akan disiapkan, lingkungan diperbaiki, serta pelibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam setiap tahapan penataan.

"Kami ingin masyarakat tetap hidup dan beraktivitas di sini. Lingkungannya yang kita benahi. Soal bangunan mana yang direnovasi atau dipertahankan, akan dibahas bersama," pungkas Mouris.

Editor: Gokli