Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ketua TP PKK Bintan Tegaskan Stunting dan Pernikahan Dini Ancaman Serius bagi Masa Depan Bangsa
Oleh : Harjo
Jum\'at | 09-01-2026 | 13:48 WIB
0901_Ketua-TP-PKK-Bintan.jpg Honda-Batam
Seminar Percepatan Penurunan Stunting dan Pencegahan Pernikahan Dini Menuju Keluarga Sehat dan Generasi Kuat di Kabupaten Bintan, Kamis (8/1/2026). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pemerintah Kabupaten Bintan terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dan pencegahan pernikahan dini melalui edukasi sejak usia remaja. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani Putri, menegaskan bahwa kedua isu tersebut bukan sekadar persoalan kesehatan atau sosial, melainkan masalah serius yang menyangkut masa depan bangsa.

Penegasan itu disampaikan Hafizha saat membuka Seminar Percepatan Penurunan Stunting dan Pencegahan Pernikahan Dini Menuju Keluarga Sehat dan Generasi Kuat yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Bintan dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Bintan, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Majelis Daerah Forum Alumni HMI-Wati (MD Forhati) Kabupaten Bintan sebagai bentuk penguatan peran organisasi perempuan dan alumni dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Dalam sambutannya, Hafizha menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Bintan dan seluruh pihak yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk membangun kesadaran dalam mempersiapkan masa depan.

"Seminar ini bukan hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga ruang refleksi dan pembentukan kesadaran bagi generasi muda dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik," ujar Hafizha.

Ia menekankan bahwa stunting dan pernikahan dini memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas keluarga dan generasi mendatang. Anak yang mengalami stunting dinilai tidak tumbuh optimal, sementara pernikahan dini kerap terjadi sebelum adanya kesiapan fisik, mental, dan ekonomi.

"Stunting dan pernikahan dini bukan hanya isu kesehatan atau sosial, tetapi persoalan masa depan bangsa yang harus kita cegah bersama sejak dini," tegasnya.

Sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Hafizha juga menyoroti peran strategis keluarga sebagai pondasi utama pembangunan manusia. Menurutnya, keluarga yang sehat, terencana, dan berpendidikan akan melahirkan generasi yang kuat, cerdas, serta berakhlak mulia.

"Keluarga adalah pondasi utama pembangunan manusia. Karena itu, pencegahan pernikahan dini dan percepatan penurunan stunting harus dimulai sejak remaja, sejak hari ini," ungkapnya.

Melalui seminar yang diikuti pelajar SMA, remaja masjid, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait tersebut, Hafizha berharap peserta memperoleh pemahaman komprehensif tentang pentingnya menjaga kesehatan, melanjutkan pendidikan, dan merencanakan masa depan secara bijak. Ia juga mengajak seluruh elemen memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan, termasuk MD Forhati.

"Mari kita jadikan momentum Hari Amal Bakti Kementerian Agama ini sebagai penguat komitmen bersama untuk mewujudkan Bintan bebas stunting, menekan pernikahan dini, dan melahirkan generasi yang sehat serta berkualitas," pungkasnya.

Editor: Gokli