Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Yordania Perkuat Kerja Sama Pendidikan Kedokteran dan Riset Kesehatan
Oleh : Redaksi
Kamis | 08-01-2026 | 14:08 WIB
RI-Yordania.jpg Honda-Batam
Pertemuan Wamendiktisaintek Stella Christie dengan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, Rabu (7/1/2025). (Kemdiktisaintek)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat kerja sama internasional yang memberikan dampak nyata, salah satunya melalui penguatan kolaborasi dengan Kerajaan Yordania Hasyimiah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dengan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, Rabu (7/1/2025).

Pertemuan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Yordania yang telah terjalin sejak 1950 dan berkembang secara positif, khususnya di bidang pendidikan, sosial-budaya, serta pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama pendidikan tinggi dinilai sebagai pilar strategis untuk mempererat hubungan kedua negara sekaligus menjawab tantangan pembangunan nasional.

Penguatan kolaborasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat sains dan teknologi, serta mendorong perguruan tinggi Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat bahwa kerja sama internasional tidak cukup berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, melainkan harus diwujudkan melalui program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Untuk tahap awal, fokus kerja sama diarahkan pada bidang ilmu kedokteran dan kesehatan, seiring kebutuhan Indonesia dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.

"Yang terpenting saat ini adalah implementasi nyata dari kerja sama tersebut. Pada tahap awal, mari kita fokus pada bidang ilmu kedokteran karena penguatan sektor ini menjadi prioritas strategis dan Indonesia masih membutuhkan lebih banyak tenaga medis, tenaga spesialis, serta pengembangan riset kesehatan," ujar Wamendiktisaintek Stella Christie.

Ia menilai Yordania memiliki posisi strategis dan pengalaman panjang dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang telah diakui secara internasional. Hal itu menjadikan Yordania mitra penting bagi Indonesia dalam memperkuat kapasitas pendidikan dan riset kesehatan.

"Ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk bekerja sama dengan Yordania, yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan kedokteran di kawasan Timur Tengah. Banyak pelajar dari berbagai negara datang ke sana untuk mendalami ilmu kedokteran," tambah Stella.

Ruang lingkup kerja sama yang akan dikembangkan mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, program visiting professor, penelitian bersama, serta penguatan kapasitas institusi pendidikan kedokteran. Selain pendidikan dokter, kolaborasi juga membuka peluang pelatihan tenaga kesehatan lain, termasuk perawat, guna meningkatkan kompetensi dan daya saing global.

Sebagai tindak lanjut, kedua negara sepakat membentuk gugus tugas (task force) untuk menyusun peta jalan kerja sama, menetapkan program prioritas, serta memastikan keterlibatan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Gugus tugas ini juga akan didukung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) agar manfaat kerja sama dapat dirasakan lebih luas.

Sementara itu, Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, menyambut baik penguatan kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan universitas-universitas di Yordania untuk memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi Indonesia. Yordania juga membuka peluang berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, riset terapan, serta sinergi antara universitas, layanan kesehatan, dan kebutuhan masyarakat.

Penguatan kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen Kemdiktisaintek dalam mendorong kerja sama pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset, dan pembangunan nasional.

Editor: Gokli