Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

NATARU 2025-2026, Bandara Hang Nadim Batam Layani 244.339 Penumpang dan 1.716 Penerbangan
Oleh : Aldy
Senin | 05-01-2026 | 11:48 WIB
0501_BANDARA-NATARU-2025-2026.jpg Honda-Batam
Direktur Operasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Anton Marthalius, saat penutupan Posko Angkutan NATARU Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pada Senin (5/1/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Arus penumpang dan pergerakan penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengalami peningkatan signifikan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NATARU). Selama 19 hari operasional posko, bandara tersebut melayani sebanyak 244.339 penumpang dengan total 1.716 pergerakan pesawat.

Capaian tersebut disampaikan dalam penutupan Posko Angkutan NATARU Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang berlangsung pada Senin (5/1/2026). Posko NATARU sendiri beroperasi sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan fokus pada aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayanan penumpang.

Direktur Operasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Anton Marthalius, menyampaikan bahwa secara umum penyelenggaraan posko berjalan aman, tertib, dan terkendali tanpa insiden berarti. "Selama 19 hari pelaksanaan Posko NATARU, tidak terdapat kejadian signifikan, baik pengalihan penerbangan maupun insiden lainnya. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pemangku kepentingan," ujar Anton.

Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang selama NATARU 2025-2026 meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pergerakan pesawat tercatat naik sekitar 7 persen dibandingkan NATARU 2024.

Anton menjelaskan, lonjakan trafik terjadi pada dua momentum utama. Puncak arus keberangkatan tercatat pada 24 Desember 2025 dengan jumlah 15.743 penumpang dan 103 pergerakan pesawat. Adapun puncak arus balik terjadi pada 3 Januari 2026 dengan 18.033 penumpang dan 109 pergerakan pesawat.

"Selama periode NATARU terdapat dua puncak pergerakan penumpang, yakni pada 24 Desember dan 3 Januari," jelasnya.

Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan perjalanan udara, Bandara Hang Nadim Batam juga melayani penerbangan tambahan atau extra flight. Dari total 157 pengajuan yang diajukan maskapai, sebanyak 113 penerbangan tambahan direalisasikan.

"Pengajuan extra flight bersifat usulan. Tidak seluruhnya dapat diterbitkan dan dilaksanakan karena mempertimbangkan tingkat keterisian penumpang serta persetujuan dari Kementerian Perhubungan," kata Anton.

Dari sisi rute, Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta menjadi tujuan terpadat dengan sekitar 35 ribu penumpang. Selanjutnya disusul rute Kuala Namu sekitar 20 ribu penumpang, Pekanbaru 16 ribu penumpang, Surabaya sekitar 8.700 penumpang, Palembang sekitar 8.400 penumpang, serta Padang sekitar 7.700 penumpang.

Sementara itu, kontribusi maskapai terhadap trafik penumpang didominasi oleh Lion Air Group dengan porsi sekitar 39 persen. Disusul Citilink sebesar 24 persen, Super Air Jet 20 persen, Garuda Indonesia 6 persen, dan Batik Air sekitar 5 persen. Rata-rata tingkat keterisian penumpang (load factor) selama NATARU berada di angka 78 persen, sejalan dengan rata-rata nasional.

Anton juga memastikan bahwa selama pelaksanaan posko tidak terjadi gangguan cuaca ekstrem. Koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kondisi cuaca relatif aman sehingga tidak terjadi pengalihan penerbangan.

Terkait pelayanan, ia menyebutkan tidak ada laporan insiden khusus. Meski demikian, beberapa keluhan terkait keterlambatan penerbangan sempat terjadi, namun masih dalam batas operasional normal. "Keluhan yang ada umumnya terkait keterlambatan penerbangan dan seluruhnya dapat ditangani melalui mekanisme delay management sesuai ketentuan," ujarnya.

Dengan berakhirnya masa libur panjang NATARU, Anton memperkirakan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam akan kembali normal secara bertahap dalam beberapa hari ke depan. "Secara keseluruhan, Posko NATARU 2025-2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini menjadi modal penting untuk peningkatan kualitas pelayanan ke depan," pungkas Anton.

Editor: Gokli