Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sepanjang 2025, Polda Kepri Catat 1.311 Kecelakaan Lalu Lintas, 65 Orang Meninggal Dunia
Oleh : Aldy Daeng
Kamis | 01-01-2026 | 15:08 WIB
GTR-Maut.jpg Honda-Batam
Mobil Nissan GT-R35 yang dikemudikan Brandon Yeoh menabrak sepeda motor hingga menewaskan satu orang pengendara. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mencatat sebanyak 1.311 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 65 orang meninggal dunia, meski secara umum angka kecelakaan dan fatalitas mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, menjelaskan bahwa angka kecelakaan lalu lintas pada 2025 turun sekitar 11 persen dibandingkan 2024. Penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia yang merosot hingga 55 persen.

"Jumlah kecelakaan lalu lintas turun menjadi 1.311 kasus. Korban meninggal dunia juga turun drastis hingga 55 persen menjadi 65 orang, sementara korban luka berat turun 15 persen dan kerugian materiil berkurang sebesar Rp 2,49 miliar," ujar Asep Safrudin, Selasa (30/12/2025) sore.

Menurut Kapolda, penurunan tersebut tidak terlepas dari optimalisasi penegakan hukum berbasis teknologi melalui penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sepanjang 2025, tercatat 2.555 pelanggaran lalu lintas yang ditindak melalui ETLE dengan total nilai denda mencapai Rp 784 juta.

Selain penegakan hukum, Polda Kepri juga terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan implementasi Polri Presisi melalui transformasi digital. Sejumlah inovasi dihadirkan, antara lain Samsat Antar Pulau, Samsat Bergerak, Jempol Sapri, dan Drive Thru Samsat.

"Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi. Sebanyak 82,72 persen responden menilai petugas sangat kompeten, 80,25 persen menilai fasilitas pelayanan memadai, dan 82,72 persen menilai informasi layanan sudah transparan," jelas Kapolda.

Asep Safrudin menambahkan, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Kepri sepanjang 2025 tetap terjaga kondusif. Jumlah tindak pidana tercatat menurun dari 5.294 kasus pada 2024 menjadi 4.603 kasus pada 2025, atau turun sekitar 13 persen.

"Di sisi lain, tingkat penyelesaian perkara meningkat signifikan dari 41 persen menjadi 69 persen, dengan total 2.791 kasus berhasil diselesaikan," ungkapnya.

Jumlah pelaku kejahatan juga mengalami penurunan dari 3.829 orang menjadi 3.303 orang, yang mencerminkan efektivitas strategi preventif, preemtif, serta penegakan hukum yang dijalankan Polda Kepri.

Sepanjang 2025, Polda Kepri turut melaksanakan delapan operasi kepolisian utama, yakni Operasi Keselamatan Seligi, Operasi Antik Seligi, Operasi Ketupat Seligi, Operasi Patuh, Operasi Pekat I dan II, Operasi Zebra, serta Operasi Lilin Seligi. Seluruh operasi tersebut berjalan aman dan efektif dengan dukungan lintas instansi, khususnya dalam pengamanan Idulfitri serta perayaan Natal dan Tahun Baru.

Editor: Gokli