Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

QRIS Cross Border Tumbuh Positif, Transaksi dari Thailand, Malaysia dan Singapura Meningkat Signifikan di Kepri
Oleh : Aldy
Selasa | 30-12-2025 | 12:48 WIB
bi-kepri_(1).jpg Honda-Batam
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ronny Widijarto. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Akseptasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus mencatatkan kinerja positif, khususnya pada transaksi lintas negara (cross border). Tren pertumbuhan tersebut tercermin dari meningkatnya volume dan nilai transaksi, jumlah pengguna, serta bertambahnya merchant yang memanfaatkan QRIS, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ronny Widijarto, menyampaikan bahwa berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi QRIS Cross Border inbound dari negara mitra, yakni Thailand, Malaysia, dan Singapura, menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya mencerminkan semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital, tetapi juga menandakan semakin kuatnya konektivitas ekonomi lintas batas, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kepri yang memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia.

"Kami memantau secara khusus pertumbuhan QRIS di negara-negara tetangga. Kepri merupakan salah satu pintu masuk utama Indonesia, sehingga hal ini menjadi keuntungan tersendiri dalam mendorong pertumbuhan pengguna QRIS di daerah," ujar Ronny Widijarto saat bincang media di Batam, Selasa (30/12/2025).

Ronny menjelaskan, implementasi QRIS Cross Border inbound Thailand telah berjalan sejak 29 Agustus 2022. Sejak penerapan tersebut, volume dan nilai transaksi dari Thailand ke Kepri terus meningkat secara signifikan. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas wisatawan serta pelaku usaha lintas negara yang memanfaatkan QRIS sebagai alat pembayaran yang praktis dan aman.

Sementara itu, QRIS Cross Border inbound Malaysia yang mulai diterapkan sejak Mei 2023 juga mencatatkan kinerja pertumbuhan yang kuat. Data menunjukkan lonjakan transaksi dari Malaysia ke Kepri dan secara nasional, baik dari sisi jumlah maupun nilai nominal transaksi. Kondisi tersebut menegaskan peran Malaysia sebagai salah satu mitra utama transaksi QRIS lintas batas, terutama bagi Kepri yang memiliki kedekatan geografis dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Adapun QRIS Cross Border inbound Singapura, yang diimplementasikan sejak 17 November 2023, turut memperlihatkan tren pertumbuhan yang konsisten. Sejak awal penerapan hingga periode terakhir, transaksi dari Singapura ke Kepri dan nasional terus mengalami peningkatan, mencerminkan tingginya minat pengguna Singapura dalam memanfaatkan QRIS saat bertransaksi di Indonesia.

"Peningkatan penggunaan QRIS didukung oleh letak geografis Kepri serta kemudahan penggunaan QRIS. Selain itu, meningkatnya kunjungan wisatawan dari negara tetangga juga menjadi faktor pendorong utama," jelas Ronny.

Secara umum, Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan QRIS Cross Border tidak hanya terjadi dari sisi volume transaksi, tetapi juga dari nilai nominal transaksi yang semakin besar. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pengguna dan merchant terhadap QRIS sebagai sistem pembayaran lintas negara yang efisien, cepat, dan terintegrasi.

Ronny menambahkan, tren positif tersebut menjadi sinyal baik bagi perekonomian daerah, khususnya Kepulauan Riau, yang memiliki peran strategis dalam mendorong perdagangan, pariwisata, dan aktivitas UMKM berbasis digital. "Kami berharap peningkatan transaksi digital lintas negara ini dapat mendorong sektor perdagangan, pariwisata, dan UMKM, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional," pungkas Ronny Widijarto.

Editor: Gokli