Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ekonomi Kepri Tumbuh 7,48 Persen pada Triwulan III 2025, Tertinggi di Sumatera
Oleh : Aldy
Selasa | 30-12-2025 | 12:08 WIB
bi-kepri.jpg Honda-Batam
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ronny Widijarto. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025. Pada triwulan III 2025, ekonomi Kepri tumbuh sebesar 7,48 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah laju pertumbuhan tersebut, tingkat inflasi tercatat tetap terkendali.

Secara kumulatif hingga triwulan III 2025, ekonomi Kepri tumbuh 6,60 persen (cumulative to cumulative/ctc). Capaian ini menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sumatera.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ronny Widijarto, mengatakan bahwa kinerja ekonomi tersebut merupakan hasil dari konsistensi penguatan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global. "Perekonomian global masih penuh ketidakpastian. Namun kami tetap fokus memperkuat ekonomi Kepri dan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Ronny saat bincang media di Batam, Selasa (30/12/2025).

Ronny menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kepri ditopang oleh kinerja sejumlah sektor utama, antara lain industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, dan perdagangan. Selain itu, pemulihan aktivitas ekonomi pascapandemi Covid-19 turut memperkuat tren pertumbuhan setelah sempat mengalami kontraksi pada 2020.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, serta ekspor, meskipun masih terdapat tekanan pada beberapa periode akibat dinamika ekonomi global. Sementara dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar, disusul sektor perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

Faktor Pendorong dan Tantangan

Bank Indonesia mencatat sejumlah faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri sepanjang 2025, di antaranya kebijakan moneter yang lebih akomodatif seiring inflasi yang melandai, sehingga mampu meningkatkan daya beli masyarakat.

Selain itu, beroperasinya sejumlah tambang migas baru di Natuna dan Anambas, penerapan kebijakan short term visa, dukungan terhadap sektor pariwisata, serta berlanjutnya investasi melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) turut menjadi motor penggerak perekonomian daerah.

"Masyarakat lokal memperoleh akses kerja yang lebih luas, sehingga mendorong perputaran ekonomi. Konsumsi rumah tangga juga memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi di berbagai sektor," jelas Ronny.

Meski mencatat kinerja positif, Ronny mengingatkan bahwa perekonomian Kepri masih menghadapi sejumlah risiko, antara lain gejolak geopolitik global, kebijakan tarif resiprokal internasional, serta meningkatnya persaingan investasi seiring peresmian kerja sama Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ).

Strategi Menjaga Pertumbuhan Berkelanjutan

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah daerah bersama Bank Indonesia terus mendorong hilirisasi bahan baku dan sumber daya alam guna memperkuat local value chain (LVC). Upaya lainnya meliputi normalisasi dan pembukaan rute penerbangan baru, penguatan aspek 3A dan 3P pariwisata (Akses, Amenitas, Atraksi, Pelaku, dan Promosi), serta peningkatan iklim investasi melalui penguatan insentif dan regulasi.

"Kami juga mendorong ekonomi kerakyatan melalui UMKM. Pertumbuhan ekonomi saat ini menunjukkan perbaikan signifikan, terutama di kawasan perkotaan. Tantangan ke depan adalah memastikan pemerataan pertumbuhan hingga ke wilayah pedesaan," kata Ronny.

Selain itu, perluasan digitalisasi sistem pembayaran, penguatan transaksi elektronik pemerintah daerah, serta pemberdayaan UMKM berorientasi ekspor menjadi bagian dari strategi menjaga pertumbuhan ekonomi Kepri tetap berkelanjutan. "UMKM yang diharapkan adalah UMKM yang mampu menyerap tenaga kerja. Secara makro, pertumbuhan ekonomi Kepri tetap terjaga dan seimbang dengan inflasi," tutup Ronny Widijarto.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: