Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Muswil PPP Kepri Tekankan Soliditas dan Rekonsiliasi Menuju Pemilu 2029
Oleh : Aldy Daeng
Minggu | 28-12-2025 | 14:08 WIB
1000147364_copy_470x2501.jpg Honda-Batam
DPW PPP mengelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Golden View, Batam, Minggu (28/12/2025) (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Golden View, Batam, Minggu (28/12/2025). Muswil dibuka langsung oleh Bendahara Umum (Bendum) DPP PPP Imam Fauzan.

Muswil ini menjadi momentum konsolidasi internal partai sekaligus penegasan pentingnya kekompakan struktur hingga akar rumput dalam menghadapi agenda politik ke depan.

Ketua DPW PPP Provinsi Kepri, Muhammad Fadhil, menegaskan bahwa kekuatan partai tidak akan terwujud tanpa kepengurusan wilayah dan cabang yang solid, kompak, serta bergerak dalam satu visi perjuangan.

"Partai ini tidak akan bisa berjalan baik kalau tidak diiringi kepengurusan wilayah dan cabang yang absolut, solid, dan komprehensif dalam satu lingkaran perjuangan menuju kursi yang lebih baik. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama," ujar Fadhil, dalam sambutannya.

Fadhli yang merupakan Anggota DPRD Batam satu-satunya dari partai berlambang Ka'bah ini menekankan bahwa perjuangan membesarkan PPP bukan sekadar tanggung jawab organisasi, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual.

"Bagaimanapun, kita bertanggung jawab kepada Allah SWT, kepada seluruh kader, dan kepada umat. PPP ini didirikan oleh para ulama, dan diwasiatkan kepada kita untuk meneruskan perjuangan mereka serta menjaga marwah partai berlambang Ka'bah ini," katanya.

Fadhil menyampaikan, hasil Muswil akan segera ditindaklanjuti dengan musyawarah cabang (Muscab) di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Ia mengajak seluruh kader untuk melaksanakan proses tersebut dengan keikhlasan dan semangat kebersamaan.

"Siapapun yang terpilih nanti harus all out, bekerja keras memperbanyak kursi di setiap daerah pemilihan. Itu tujuan utama kita," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Fadhil juga menyampaikan harapan agar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP terus memberikan dukungan dan perhatian penuh kepada DPW Kepri demi menjaga kekompakan dari pusat hingga tingkat ranting.

"Insya Allah, DPW PPP Kepri 100 persen mendukung kepemimpinan Bapak Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum hingga Pemilu dan masa jabatan mendatang, dan dukungan ini harus terus kita pertahankan," ujarnya.

Sementara itu, Bendahara Umum PPP, Imam Fauzan dalam sambutannya menyoroti realitas politik yang dihadapi PPP saat ini.

Ia menegaskan bahwa kebesaran sebuah partai tidak diukur dari lamanya berdiri, banyaknya pengurus, maupun besarnya dana, melainkan dari jumlah kursi yang berhasil diraih di parlemen.

"PPP hari ini dianggap kecil karena tidak memiliki kursi di DPR. Itu sakit, itu sedih. Tapi yang lebih menyakitkan adalah ketika partai tidak lolos parlemen, kita justru masih bertengkar di internal," ungkapnya dengan nada prihatin.

Ia mengingatkan bahwa tantangan Pemilu 2029 jauh lebih berat dibandingkan Pemilu 2024, karena PPP harus melalui proses verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kalau kita tidak kompak, jangankan masuk parlemen, lolos sebagai peserta pemilu saja akan sangat sulit. Verifikasi faktual itu berat, dari DPW harus 100 persen, DPC 75 persen, hingga PAC 50 persen lengkap dengan kantor," jelasnya.

Bendahara Umum juga menekankan pentingnya menerima hasil rekonsiliasi internal partai yang telah dituangkan dalam Surat Keputusan Islah, meski diakui tidak semua pihak merasa puas.

"Rekonsiliasi itu tidak pernah melahirkan kepuasan mutlak. Kalau mencari kepuasan sepihak, itu bukan rekonsiliasi, tapi egoisme. Sekarang saatnya kita berhenti bertengkar dan mulai bekerja," tegasnya.

Muswil PPP Kepri diharapkan menjadi titik awal penguatan soliditas dan rekonsiliasi internal, sekaligus membangun kesiapan partai dalam menghadapi Pemilu 2029 dengan target kembali lolos ke parlemen dan memperkuat peran politik PPP di tingkat nasional.

Editor: Surya