Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pedaftaran Resmi Ditutup, Ir Mustava Jadi Calon Tunggal Ketua Kadin Kepri
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 27-12-2025 | 17:28 WIB
Mustava-Kadin-Kepri1.jpg Honda-Batam
Ir Mustava mendaftar sebagai Calon Ketua Kadin Kepri periode 2026-2031. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Hingga penutupan pendaftaran, hanya Ir Mustava yang resmi mendaftar dan menjadi calon tunggal Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Musyawarah Provinsi (Muprov) Kadin Kepri 2026 - 2031.

Ketua Steering Committee (SC) Musprov Kadin Kepri, Ernawati menyampaikan bahwa pendaftaran calon ketua telah dibuka sejak 2 Desember 2025 dan resmi ditutup pada Jumat, 27 Desember 2025, pukul 16.00 WIB. Hingga batas akhir tersebut, hanya Mustava yang menyerahkan berkas pendaftaran secara lengkap.

"Pendaftaran sudah kami tutup hari ini. Sampai batas waktu yang ditentukan, hanya satu calon yang mendaftar, yakni Ir Mustava," ujar Ernawati, Sabtu (27/12/2025).

Ia menjelaskan, sebagai bagian dari persyaratan pencalonan, Mustava telah membayarkan uang pendaftaran sebesar Rp 1 juta, serta uang kontribusi sebesar Rp 1 miliar. Pembayaran tersebut dibuktikan dengan rekening koran dari pihak pendaftar.

"Besok kami akan bersama-sama melakukan pengecekan. Kami menunggu sampai hari Senin untuk memastikan dana kontribusi tersebut benar-benar telah masuk," ungkapnya.

Selain penutupan pendaftaran, panitia juga melakukan pleno keanggotaan yang melibatkan perwakilan Kadin dari tujuh kabupaten dan kota di Kepri. Dari pleno tersebut, terlihat bahwa seluruh daerah telah menyatakan dukungan kepada Mustava.

"Dukungan dari tujuh kabupaten dan kota sudah ada. Dari situ terlihat bahwa Mustava maju sebagai calon tunggal," kata Ernawati.

Saat ini, Ir Mustava diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Kadin Kepri Bidang Konstruksi dan Kelistrikan. Selama masa pendaftaran yang berlangsung hampir satu bulan, tidak ada calon lain yang menyatakan maju sebagai Ketua Kadin Kepri.

Tahapan selanjutnya adalah verifikasi berkas calon yang akan dilaksanakan pada 2 Januari 2026. Sementara itu, Muprov Kadin Kepri dijadwalkan berlangsung pada 3 Januari 2026, dengan rencana lokasi di Tanjungpinang, meski tidak menutup kemungkinan digelar di daerah lain menyesuaikan situasi dan kondisi.

"Lokasi Muprov masih tentatif. Rencananya di Tanjungpinang, namun bisa saja berpindah tergantung perkembangan situasi dalam sepekan ke depan," jelas Ernawati.

Saat ditanya, Mustava mengaku memiki pengalaman dan telah melalui proses kaderisasi menjadi modal kuat baginya untuk memimpin Kadin Kepri ke depan. Terlebih, posisi strategis Kepri yang berada di jalur segitiga ekonomi internasional Singapura-Malaysia-Indonesia.

"Kepri memiliki posisi strategis, apalagi dengan rencana perluasan kebijakan Free Trade Zone (FTZ). Dibutuhkan figur yang berpengalaman dan berani mengambil tongkat estafet kepemimpinan," ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara Kadin dan pemerintah daerah demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi di Kepri.

"Sebagai kader Kadin, harus berani maju dan siap bekerja sama dengan pemerintah. Insya Allah ke depan Kadin Kepri akan bersinergi penuh dengan pemerintah," katanya.

Diketahui, masa kepengurusan Kadin Kepri saat ini akan berakhir pada 4 Januari 2026. Apabila Muprov tidak dilaksanakan dan tidak ada ketua terpilih, maka mekanisme organisasi akan berbeda dengan penunjukan caretaker untuk menjalankan roda organisasi sementara.

Dengan hanya satu calon yang maju dan dukungan penuh dari tujuh kabupaten/kota, Musprov Kadin Kepri 2026 diperkirakan akan berlangsung secara aklamasi, menandai babak baru kepemimpinan Kadin Kepri ke depan.

Editor: Yudha