Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pendekatan 'Back to Basic' Menguat, Pertemuan Sherpa G20 di Washington Fokuskan pada Isu Ekonomi
Oleh : Redaksi
Sabtu | 27-12-2025 | 11:48 WIB
G-20.jpg Honda-Batam
Pertemuan Sherpa G20 ke-1 yang digelar di Washington, D.C., pada 15-16 Desember 2025. (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pertemuan Sherpa G20 ke-1 yang digelar di Washington, D.C., pada 15-16 Desember 2025 menegaskan arah baru agenda G20 dengan pendekatan "back to basic". Pendekatan ini menempatkan isu-isu ekonomi sebagai fokus utama pembahasan, sejalan dengan tujuan awal pembentukan G20 untuk mendorong pertumbuhan dan menjaga stabilitas keuangan global.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sherpa G20 Amerika Serikat, Emory Cox, yang juga menjabat sebagai Special Assistant to the President for International Economic Relations. Dalam forum itu, Amerika Serikat menekankan tiga prioritas utama Presidensi G20 AS, yakni mendorong kemakmuran ekonomi melalui pembatasan beban regulasi, pembukaan akses energi yang terjangkau, serta pengembangan teknologi dan inovasi.

Ketiga prioritas tersebut diarahkan pada langkah-langkah praktis yang diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan peluang, dan memperkuat perekonomian global. Melalui filosofi back to basic, AS menegaskan bahwa agenda G20 akan dikembalikan pada pembahasan inti ekonomi, sehingga diskusi antarnegara anggota tetap relevan dan berorientasi pada hasil nyata.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, Amerika Serikat berkomitmen mengembalikan agenda ekonomi utama G20 dan menghasilkan capaian ekonomi yang konkret. Presiden Trump akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada 14-15 Desember 2026 di Trump National Doral Miami," ujar Sherpa G20 AS, Emory Cox.

Sejalan dengan semangat result-driven, Presidensi G20 AS juga menyederhanakan struktur kerja dengan hanya membentuk empat Working Group. Satu Working Group berada pada Finance Track, yaitu Working Group on Growth and Deregulation (WGGD), sementara tiga lainnya berada pada Sherpa Track, masing-masing Working Group on Energy Abundance (WGEA), Working Group on Innovation (WGI), dan Working Group on Trade (WGT).

Menanggapi arah kebijakan tersebut, Sherpa G20 Indonesia Edi Pambudi menyampaikan apresiasi atas fokus Presidensi G20 AS yang dinilai sejalan dengan kepentingan pembangunan global dan nasional.

"Indonesia mengapresiasi penekanan Presidensi G20 Amerika Serikat pada upaya mewujudkan kemakmuran ekonomi melalui pengurangan beban regulasi, perluasan akses energi terjangkau, serta penguatan teknologi dan inovasi. Prioritas ini selaras dengan komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan, transisi energi, dan pertumbuhan yang inklusif," ujar Edi Pambudi.

Di sela-sela pertemuan Sherpa G20 tersebut, Indonesia juga menggelar pertemuan bilateral dengan Sherpa G20 Amerika Serikat. Dalam pertemuan itu, Indonesia menyatakan dukungan terhadap Presidensi G20 AS, sekaligus mendorong agar isu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan stabilitas keuangan tetap menjadi bagian dari agenda pembahasan, meskipun tidak diformalkan dalam Working Group tersendiri.

Sherpa G20 Indonesia menegaskan bahwa G20 merupakan forum strategis yang menjunjung tinggi prinsip konsensus dalam setiap pengambilan keputusan. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga kesepahaman dan efektivitas kerja sama antarnegara anggota.

Delegasi Pemerintah Indonesia dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Pambudi, selaku Sherpa G20 Indonesia. Delegasi turut didampingi oleh Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Kemenko Perekonomian serta Direktur Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri yang bertindak sebagai Co-Sous Sherpa G20 Indonesia.

Editor: Gokli