Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Wamenkeu Ungkap Empat Tantangan Demografi Indonesia di Masa Depan
Oleh : Redaksi
Jumat | 26-12-2025 | 10:48 WIB
Suahasil-Nazara1.jpg Honda-Batam
Wamenkeu Suahasil Nazara, dalam forum United Nations Population Fund (UNFPA) High-Level Dialogue yang digelar di Jakarta, Selasa (23/12/2025). (Foto: Kemenkeu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang berhasil mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB) yang telah dijalankan sejak dekade 1970-an.

Keberhasilan tersebut kini mulai memberikan dampak nyata dan manfaat jangka panjang bagi pembangunan nasional. Namun, seiring meningkatnya kualitas serta dinamika penduduk, Indonesia dihadapkan pada sejumlah tantangan demografi baru yang perlu diantisipasi secara serius.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa setidaknya terdapat empat tantangan utama demografi yang akan dihadapi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang, yang belum pernah dialami pada periode sebelumnya. Hal itu disampaikannya dalam forum United Nations Population Fund (UNFPA) High-Level Dialogue yang digelar di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Tantangan pertama, menurut Wamenkeu, adalah meningkatnya pendapatan masyarakat seiring dengan tumbuhnya kelas menengah. Kondisi tersebut mendorong peningkatan aspirasi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga partisipasi politik, baik di tingkat nasional maupun daerah.

"Kita tahu bahwa peningkatan kelompok kelas menengah akan berjalan seiring dengan meningkatnya aspirasi. Aspirasi terhadap pendidikan, kesehatan, termasuk aspirasi politik, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk generasi berikutnya. Ini menjadi hal yang sangat penting dan harus kita kelola dengan baik," ujar Suahasil.

Tantangan kedua adalah laju urbanisasi yang semakin signifikan. Suahasil memperkirakan sekitar 70 persen penduduk Indonesia akan bermukim di kawasan perkotaan dalam kurun waktu 20 hingga 25 tahun ke depan. Perbedaan karakteristik, kebutuhan, serta aspirasi antara masyarakat perkotaan dan perdesaan, menurutnya, menuntut perencanaan pembangunan yang lebih matang, adaptif, dan inklusif.

Ketiga, Indonesia akan menghadapi fenomena aging population atau penuaan penduduk. Dengan meningkatnya angka harapan hidup, struktur demografi nasional akan semakin didominasi oleh penduduk lanjut usia. Dalam konteks ini, Wamenkeu menekankan pentingnya memanfaatkan peluang second demographic dividend agar peningkatan usia harapan hidup tetap mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Tantangan keempat adalah peningkatan partisipasi perempuan dalam perekonomian. Suahasil menilai pemberdayaan perempuan, baik di pasar tenaga kerja maupun dalam aktivitas ekonomi secara lebih luas, merupakan faktor kunci bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

"Menurut saya, tantangan besar kita adalah partisipasi perempuan dalam ekonomi, bukan hanya di pasar tenaga kerja. Dalam ekonomi secara keseluruhan, perempuan memiliki nilai yang luar biasa dan menjadi salah satu pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi," pungkas Suahasil.

Editor: Gokli